Industri Hulu Migas Berpihak dan Perkuat Kapasitas Industri Nasional

11000

Jakarta, Indopetronews.com – Minyak dan gas bumi (Migas) telah memainkan perannya tidak sebatas sebagai sumber energi dan sumber penerimaan negara, tetapi migas telah berkembang sebagai modal pembangunan nasional.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan migas telah menjadi penggerak ekonomi dan menciptakan multiplier effect ke berbagai sektor antara lain sumber bahan baku industri pengolahan, menggerakkan sektor industri penunjang migas, menciptakan lapangan kerja serta mendorong terjadinya investasi dan alih teknologi ke dalam negeri.

“Besarnya nilai pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas, menjadi kesempatan untuk mampu membangun dan meningkatkan kapasitas industri. Sampai triwulan 3 (tiga) 2019, menurut catatan SKK Migas telah dilaksanakan pengadaan barang dan jasa sebesar USD 4,31 miliar atau setara dengan Rp 60,8 triliun (asumsi kurs rupiah 1 USD = Rp 14.100) yang terdiri atas pengadaan barang sebesar USD 844 juta dan jasa USD 3,47 miliar,” kata Prabawa dalam keterangan persnya, Kamis (12/12/2019) di Jakarta. Nilai komitmen TKDN gabungan barang dan jasa mencapai 59 persen atau sebesar USD 2,27 miliar atau setara Rp32 triliun akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kapasitas industri nasional serta mendukung upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca Ekspor-Impor Indonesia.

Prabawa juga menuturkan, capaian Komitmen TKDN gabungan barang dan jasa Hulu migas melebihi dari target yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 15/2013 sebesar 55% di tahun 2019. “Apa yang telah dilakukan oleh SKK Migas dengan terus mendorong meningkatnya peran industri nasional dalam pelaksanaan proyek hulu migas dan berperannya hulu migas dalam menggerakkan perekonomian nasional sejalan dengan arahan Presiden untuk terus meningkatkan local konten dan berperannya industri nasional,” paparnya.

Lebih jauh Prabawa mengutarakan, sejalan dengan naiknya realisasi investasi di tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 yang per triwulan 3 (tiga) 2019 telah mencapai USD 8,4 miliar atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Dengan terus meningkatnya TKDN pada industri hulu migas, maka akan semakin bertambah pula penyerapan industri penunjang migas pada proyek hulu migas yang pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor penguat daya tarik investasi di industri penunjang migas.

SKK Migas, lanjut Prabawa, terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung upaya perkuatan kapasitas industri nasional. “Tidak hanya peningkatan TDKN, tetapi telah dilakukan pula dengan pembinaan dan kesempatan bagi industri nasional untuk berperan lebih besar dalam berbagai proyek di industri hulu migas,” katanya. Pada pameran internasional ADIPEC di Abu Dhabi, SKK Migas telah memberikan kesempatan bagi industri penunjang migas nasional untuk terlibat di pameran sehingga kemampuan industri nasional dapat lebih diketahui oleh perusahaan hulu migas dunia yang hadir diacara ADIPEC tersebut. Harapannya, industri nasional tersebut memiliki kesempatan terlibat diproyek-proyek perusahaan hulu migas dunia di negara lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*