Biarkan Pertamina Tuntaskan Dampak Lingkungan dan Ekonomi Akibat Tumpahan Minyak

10600

Jakarta, Indopetro – Musibah tumpahan minyak milik PHE ONWJ pada anjungan YYA-1 yang terjadi di perairan Karawang Jawa Barat (Jabar) pasti akan diselesaikan secara bertanggungjawab. Demikian diutarakan oleh Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan. “Pertamina pasti akan menyelesaikan semua dampak yang terjadi akibat musibah ini baik itu dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat sekitar yang terdampak. Janganlah PT Pertamina diganggu terlebih dahulu oleh tuntutan-tuntutan akibat musibah ini,” kata Mamit, Jumat (2/8/2019) di Jakarta. Tidak hanya itu, BUMN energi ini akan diperkarakan hingga ke dunia internasional.

Menurut Mamit, peristiwa kick dan dilanjutkan dengan keluarnya minyak pada anjungan YYA-1 bakal menjadi cerita panjang.

Dia menyatakan, Pertamina bekerja keras untuk menangani musibah ini. Perusahaan ini juga sedang berkonsentrasi dalam menangani semburan dari sumur YYA agar bisa segera ditutup.

Saat ini, imbuh Mamit, Pertamina sedang mempersiapkan rig untuk segera di lakukan pengeboran relief well. “Mereka juga menggunakan jasa dari Boot&Coots yang mempunyai pengalaman saat peristiwa oil spill teluk Mexcio. Di sisi lain, pekerjaan untuk menangani agar limbah minyak mentah tidak terus melebar dan menyebar ke pesisir pantai terus dilakukan,” kata Mamit. PT Pertamina memastikan sekecil mungkin dampak lingkungan yang terjadi.

Untuk itu semua, lanjut Mamit, PT Pertamina telah menyiapkan 32 kapal oil spill kombat serta untuk patroli dan fire fighting. PT Pertamina membutuhkan 12.000 meter oil boom offshore,3000 meter oil boom shoreline serta 700 m fishnet dipesisir pantai terdampak.

Dia juga mengutarakan, untuk pesisir pantai terdampak, PT Pertamina bekerjasama dengan aparat pemerintah setempat dan juga masyarakat sekitar mengumpulkan pasir yang mengandung minyak dimana rata-rata presentase minyak 5-20% untuk dimasukan kedalam karung dan dibawa ke perusahaan pengelola limbah. “Ditengah kerja keras yang dilakukan tersebut, ternyata ada saja pihak-pihak yang menggunakan musibah ini untuk mencari keuntungan pribadi atau golongan. PT Pertamina, sebagai perusahaan milik negara sudah sepatutnya kita jaga dan kita bela,” tandas Mamit. Yang terkena musibah ini adalah perusahaan nasional, bukan perusahaan asing ataupun aseng.

Selain itu, Mamit mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan musibah ini untuk mencari keuntungan. Janganlah tiba-tiba ada warung, tambak, atau usaha lainnya yang ada begitu terjadinya musibah ini dan langsung meminta ganti rugi kepada PT Pertamina. “Biarkan PT Pertamina berkonsentrasi untuk menanggulangi musibah ini terlebih dahulu sampai semuanya selesai. Janganlah para politikus menggunakan musibah ini untuk menaikkan pamor mereka. Berikan kesempatan kepada PT Pertamina, baru setelah itu kita bicara soal investigasi dan kompensasi terhadap yang terdampak,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*