Tender Ulang Blok West Ganal Dianggap Janggal

32900

Jakarta, Indopetronews.com – Kebijakan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membatalkan hasil lelang Wilayah Kerja (WK) West Ganal patut dipertanyakan. Pasalnya, alasan yang dikemukan sangat tidak masuk akal alias tak lazim.

“Lebih aneh lagi, lelang sudah dievaluasi sejak Febuari 2019 tapi mendadak dikatakan “term and condition” akan ditambahkan belakangan,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman dalam keterangan persnya, Jumat (10/5/2019). Wamen terkesan ingin mempermalukan KESDM tidak profesional dalam melakukan tender.

Bila dalam lelang WK saja begini caranya, lanjut Yusri, pertanyaannya bagaimana mau dapat minyak dan menumbuhkan minat investor dalam negeri dan luar negeri kalau model tender seperti ini masih terjadi hingga kini.

“Bisa jadi ditender ulang ini diduga karena hasil evaluasi lelang ternyata tidak sesuai skenario, dan praktek ini lazim dilakukan,” tegas Yusri.

Apalagi kedua peserta lelang tersebut, perusahaan Neptune Muara Bakau BV dan Konsorsium Pertamina dengan Eni Indonesia adalah perusahaan migas yang mempunyai reputasi internasional. Oleh karena itu, kata Yusri, KPK harus segera memantau proses retender ini dan menyelidiki apakah alasan yang dikemukakan oleh Wamen ESDM itu masuk akal atau memang ada indikasi penyimpangan karena ada pesan sponsor.

“Publik menunggu KPK bisa menyelidiki kasus retender ini, agar bisa menimbulkan kepercayaan publik bahwa proses tata kelola migas sudah benar,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*