Ahli Keuangan Bersumpah Palsu, Karen Minta Dipidanakan

67700

Jakarta, Indopetronews.com – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menolak kesaksian ahli keuangan dari Kantor Akuntan Publik Soewarno, Bono Jatmiko dalam persidangan lanjutan pada Jumat sore (3/5/2019) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Timur. Pasalnya, Bono tidak memiliki sertifikasi Akuntan Publik dan laporan yang dibuatnya hanya menyadur tanpa bisa memperinci perhitungannya.

Karen berharap ahli yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum mempunyai kapasitas selayaknya seorang ahli. “Begini saya ini kan mengharapkan kalau saksi ahli ya memang ahli dibidangnya. Tadi sudah disampaikan yang dihadirkan itu akuntan biasa itu bukan akuntan publik. Dia hanya menyadur,” tandas Karen.

Tambah Karen bahwa sekelas Pertamina tidak bisa dipersandingkan dengan ahli yang tidak kompeten seperti Bono. Dirinya bersikukuh bahwa apa yang disampaikan saksi Bono adalah kebohongan, terlebih pernyataannya yang menyatakan Pertamina divertasi dari BMG tahun 2009.

“Itu saya tidak terima, bohong itu, bohong. Tadi disampaikan kebohongan-kebohongan. Tadi dibilang 2009 divestasi, dimana dilaporan ada divestasi. Itu sumpah palsu menurut saya dan harus dipidana, 2009 tidak ada divestasi tapi bilang sudah divestasi. Itu bohong dan harus dipidana,” tegas Karen.

Menurut pengacara Karen, Waldus Situmorang, Bono dalam kapasitasnya sebagai akuntan, dianggap tidak mengerti UU terkait akuntan publik dan tidak mengetahui mekanisme pengelolaan antara uang negara dan uang perusahaan.

“Kita ragukan akuntan ini sebagai saksi yang menyatakan bahwa kerugian itu adalah kerugian negara. Bahkan ketika ditanya soal UU akuntan publik dia tidak mengerti isinya, padahal UU itu menjadi dasar atau standar bagi akuntan dalam melakukan pemeriksaan keuangan,” kata Waldus.

Lebih jauh Waldus Situmorang menyatakan bahwa ada perbedaan antara kerugian negara dengan kerugian perusahaan. Sehingga divestasi yang dilakukan Pertamina saat itu tidak bisa disebut sebagai kerugian negara.

Dalam kesaksiannya, Bono menegaskan bahwa terjadi kerugian negara sebesar Rp568,06 miliar dalam akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia pada tahun 2009.

“Jadi Rp 568,06 miliar saya hanya mengambil dari BAP Saksi yg diberikan oleh Jaksa,” kata Bono.

Bono menambahkan dia tidak bisa memperinci perhitungan tersebut. Pekerjaan ini berdasarkan kesepakatan dengan pemberi kerja yakni Kejaksaan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*