TRKK – ITB Siap Bangun Katalis Merah Putih untuk Pengolahan Migas & EBT

245000

Bandung, Indopetronews.com – Indonesia membutuhkan katalis sebagai teknologi untuk kemandirian dalam teknologi proses. Pasalnya, nyaris semua industri proses, baik industri kimia, petrokimia, pengilangan minyak dan gas serta oleokimia dan teknologi energi baru terbarukan (EBT) berbasis biomassa dan minyak nabati.

Menurut Prof Dr Subagjo, ketua laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK – ITB), kebutuhan katalis sebesar 500 juta USD per tahun. “Selama ini kebutuhan katalis dipenuhi dengan cara impor,” kata Subagjo, dalam pertemuan dengan insan media, Selasa (30/4/2019) di kampus Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung Jawa Barat (Jabar).

Karena itu, lanjutnya, Indonesia perlu mengembangkan katalis. Karena ia (katalis) kunci industri. Katalis mulai dikembangkan sejak tahun 1982. “Reaktor industrinya sejak 2011, dan mulai menghasilkan sebesar 150 ton,” katanya. Produk katalis ini telah digunakan di beberapa kilang minyak Pertamina, seperti di Dumai, Bolongan, Cilacap, TPPI, Balikpapan. “Dan yang paling gres, ada di Dumai pada tahun 2019. Katalis ini mencapai 14 ton,” paparnya.

Lebih jauh Subagjo mengutarakan bahwa pihaknya saat ini tengah membangun fasilitas pembangunan katalis. Ada beberapa institusi yang digandeng untuk mewujudkan pembangunan katalis. Diantaranya adalah pabrik pupuk Kujang, pabrik pupuk Iskandar Muda, Pertamina, dan Rekayasa Industri (Rekind). “Proyek pabrik ini akan dijadikan pabrik katalis nasional,” tandas Subagjo. Harapannya, melalui pabrik katalis ini, Indonesia tidak lagi tergantung pada negara lain. Proyek pengembangan katalis ini disebut sebagai katalis merah putih.

Menurutnya, ada penghematan devisa sebesar 25,2 juta USD/ hari atau 9,2 miliar USD/tahun yang dibelanjakan di dalam negeri. Sebagai catatan, katalis adalah bahan yang dapat mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*