SP PLN Bersatu Demi Kepentingan Bersama

43300

Pada Rabu (20/2/2019) di Free Function Room – Gedung Utama Lantai 2 PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dilaksanakan Tasyakuran Penyatuan Kepengurusan Serikat Pekerja PT PLN (Persero) setelah selama 10 (sepuluh) tahun terjadi dualisme kepengurusan SP PLN sekaligus menindak lanjuti Putusan Sidang Perdata Perkara No.391/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan – Jl. Ampera Raya No.133 Ragunan Jakarta Selatan dimana telah terjadi perdamaian para pihak yang selama ini dianggap sebagai dualisme kepengurusan.

Menurut Ketua Departemen Humas Parsahatan Siregar, para pengurus SP PLN akhirnya menyadari bahwa perpecahan yang telah terjadi sejak 2009 sangat merugikan banyak pihak termasuk anggota dan organisasi SP PLN sendiri. “Istilah dualisme kepengurusan itu sendiri telah dijadikan dasar untuk melemahkan organisasi SP PLN oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan peran PT PLN (Persero) dalam hal pengelolaan sektor ketenaglistrikan nasional,” katanya. Pihak-pihak tersebut menyadari bahwa sejak berdirinya SP PLN pada tanggal 18 Agustus 1999, eksistensinya begitu sangat diperhitungkan terutama pada saat menggagalkan UU No.20/2002 Tentang Ketenegalistrikan melalui Proses Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi pada tahun 2002. Atas dasar Perintah Pengadilan Perdata di PN Jakarta Selatan pada tanggal 17 Januari 2019, Majelis Hakim telah memerintahkan para pihak untuk melakukan mediasi perdamaian dan sidang ditunda selama 1 (satu) bulan hingga tanggal 14 Februari 2019. Menindak lanjuti perintah pengadilan tersebut maka kedua kepengurusan membentuk Tim Negosiasi yang terdiri dari M. Abrar Ali, Randi Rubiantoro, Budi Setianto, Parsahatan Siregar, Sugiyanto, Bintoro Suryo Sudibyo dan Nanang Adityawarman atau yang lebih dikenal dengan Tim 7 mewakili kedua kepengurusan yang ada.
Melalui beberapa tahapan negosiasi, akhirnya Tim 7 bersepakat bahwa untuk mengakhiri Dualisme Kepengurusan SP PLN maka akan melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) untuk memilih Ketua Umum baru sebagai hasil penggabungan yang dijadwalkan paling lambat 2 (dua) bulan sejak Penetapan Putusan oleh Majelis Hakim. Agenda-agenda kegiatan yang saat ini tengah dijalani oleh masing-masing kepengurusan diinventarisir untuk diteruskan oleh Ketua Umum terpilih beserta jajaran kepengurusannya termasuk salah satunya Rencana Aksi Mogok Kerja Nasional yang pernah disampaikan oleh DPP SP PLN kepengurusan Ir. Jumadis Abda, MM, M.Eng pada saat Konferensi Pers tanggal 5 Desember 2018 di Gado-Gado Boplo – Jl. Gereja Theresia No.41 Menteng Jakarta Pusat walaupun pelaksanaannya akan dievaluasi ulang terlebih dahulu dengan pertimbangan bahwa saat ini komunikasi antara SP PLN dengan pihak internal (Manajemen PLN) maupun pihak eksternal (Sudinakertrans Kotib Jakarta Selatan, Disnakertrans Propinsi DKI Jakarta, Komnas HAM, Dirjen PHI Kemenakertrans, dll) tengah berlangsung untuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh SP PLN.
Pada acara tersebut selain dihadiri Kedua Kepengurusan SP PLN dan para Seniornya yang telah memasuki masa Purnakarya, juga dihadiri oleh Manajemen PLN diwakili Bagus Setiawan selaku Kadiv HCMS.

Dalam sambutannya mewakili Manajemen beliau menyampaikan rasa syukur atas perdamaian dan penyatuan yang terjadi sehingga peran SP PLN yang selama ini mengawal kepentingan PLN dari intervensi pihak luar yang ingin menghancurkan PLN bisa kembali dimainkan demi kejayaan PLN serta PLN Satu.

Sementara itu H. Adri dan M. Abrar Ali sebagai nahkoda kapal SP PLN dari masing-masing kepengurusan juga mengucapkan rasa syukur serta bahagia karena telah terjadinya Penyatuan Kepengurusan SP PLN setelah 10 tahun berpisah. Keikhlasan hati telah menyatukan Kepengurusan SP PLN serta menyingkirkan egoism masing-masing. Keduanya juga berharap dengan penyatuan ini maka pihak manajemen PLN segera melanjutkan kembali perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Baru yang sempat terhenti dapat segera dilanjutkan kembali.

Turut hadir pada acara tersebut sekaligus menyaksikan sebagai undangan adalah perwakilan dari PSI (Public Service International) dan beberapa serikat pekerja yang ada di lingkungan PT PLN (Persero) seperti SPEG PLN, SP PJB, PP IP.
Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Mantan Ketua Umum SP PLN Ir. Ahmad Daryoko dan Mantan Sekjend SP PLN Iman Kukuh Pribadi yang juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan kilasan perjuangan SP PLN saat keduanya masih menjadi pemegang kendala Kapal Besar SP PLN.

Menjelang berakhirnya Acara Tasyakuran Penyatuan SP PLN tersebut, secara tiba-tiba peserta dikejutkan dengan kehadiran Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang langsung bergabung membaur dengan seluruh peserta dengan suasana yang mencair penuh keakraban. Dan secara spontan para peserta menyampaikan keluhannya kepada beliau khususnya terkait dengan perbaikan kesejahteraan para pensiun PLN. Acara berakhir dengan dilakukan sesi foto bersama seluruh peserta dengan Kedua Nahkoda Kapal SP PLN M. Abrar Ali dan H. Adri serta Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*