YLKI Anggap SPBU Mini Asing Ancaman Bisnis Pertamina

17000
Tulus YLKI

indoPetroNews-  Rencana British Petroleum (BP) membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini yang menggandeng Alfamart, dapat menjadi ancaman bagi Pertamina. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pada sejumlah media, dipengujung akhir tahun 2018 di Jakarta. “Dalam konteks persaingan dunia minyak dan gas bumi (migas) rencana tersebut adalah ancaman. Ini kalau pemerintah tidak berpihak pada industri migas nasional,” kata Tulus. Jangan heran bila nanti Pertamina akan mengerdil jadi Pertamini bila tidak diendorse dengan kebijakan pemerintah yang lebih fair pada industri yang membawa kepentingan merah-putih.

Menurut Tulus, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, distribusi minyak yang dilakukan Pertamina merupakan jalur distribusi yang paling se dunia. “Saya menonton videonya pengiriman BBM jenis Premium saja bisa mencapai 7 hari baru sampai ke lokasi. Dan ini tidak terjadi di negara-negara lain,” terangnya. Lalu, apakah pemain atau operator SPBU asing mau melakukan hal yang sama? Mereka, lanjut Tulus, tentu saja lebih berorientasi pada profit oriented.

Sementara itu, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, menganggap masuknya BP dalam sektor hilir migas melalui SPBU mini menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina.

“Ini resiko dari kebijakan pemerintah yang membuka seluas-luasnya kran bisnis secara liberal maka pihak asing dapat masuk,” kata Arie. Bukan hanya BP tapi ExxonMobil juga akan buka SPBU mini yang menggandeng Indomart.

Bagaimana strategi Pertamina menghadapi persaingan ini? “Pertamina telah merancang strategi sejak tahun 2014 untuk membentuk Pertasob. Pertasob itu adalah SPBU mini dengan berbagai kelas. Ada silver, gold dan platinum,” terang Arie. Konsep Pertasob, selain menjual BBM juga menyediakan layanan publik, seperti pembayaran BPJS, motor dan lain semacamnya. Selain itu, juga menerapkan digitalisasi SPBU. “Mudah-mudahan strategi ini dapat mengimbangi serangan bisnis SPBU mini dari kompetitor asing,” tandas Arie.

Diketahui, BP mulai memasarkan bahan bakar untuk kendaraan umum di Indonesia dengan menggandeng AKR Corporindo. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pertama telah beroperasi di De Latinos, Serpong, Tangerang, dengan nama BP AKR Fuel Retail.

SPBU ini menandai keseriusan BP untuk menjajaki dan memasarkan BBM di Indonesia. Perusahaan minyak asal Inggris Raya ini, mempunyai ambisi meresmikan 350 SBPU di seluruh Indonesia dalam jangka 10 tahun mendatang. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*