Presiden FSPPB: Blok Corridor Harus 100% Dikelola Pertamina

30000

indoPetroNews- Blok Corridor yang akan terminasi pada 19 Desember 2023, berdasarkan informasi yang diperoleh tampaknya akan tetap diserahkan pada kontraktor eksisting saat ini, yaitu Conoco Phillips (COPI) perusahaan minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS). Menurut informasi tersebut, keputusan pemberian kembali blok corridor pada COPI akan diputuskan dalam waktu dekat. Sementara Pertamina hanya akan diberikan PI (Participating Interest) sebesar 30%.

Menanggapi hal ini, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar, sangat kecewa dan menyatakan seharusnya Blok tersebut diberikan pada Pertamina, sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33.

“Blok Corridor yang berada di kabupaten Muba Sumatera Selatan sangat vital bagi Pertamina, utamanya untuk integrasi dengan Blok Rokan dan juga Kilang Dumai,” kata Arie dalam keterangan persnya pada sejumlah media, Kamis (27/12/2018) di Jakarta. Jamak diketahui kepemilikan COPI di Blok Corridor saat ini sebesar 54% dengan Produksi hingga Semester I 2018, mencapai 840 MMSCFD dan 6600 BOPD dengan angka cadangan yang masih besar.

Mencermati informasi yang beredar terkait akan diberikannya kembali Blok Corridor oleh Pemerintah kepada Operator Existing (COPI) tersebut, maka Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan sikap sebagai berikut: Pertama, jika memang benar ada keputusan pemenangan kepada COPI* tersebut maka keputusan tersebut tidak sejalan dengan amanat hasil Judicial Review Permen 23 di MK, dimana Pertamina kembali diberikan prioritas utama untuk pengelolaan blok-blok terminasi

Kedua, keputusan diberikannya kembali blok tersebut kepada operator existing yang telah menguasai blok tersebut selama kurang lebih 50 tahun, berpotensi akan merugikan negara dan memperlemah kedaulatan energi.

Ketiga, menimbang hal tersebut, FSPPB meminta Pemerintah, untuk memberikan 100% blok corridor yang tercatat sebagai penghasil gas terbesar di Indonesia kepada Pertamina setelah habis masa kontraknya dengan COPI Desember 2023 mendatang. Selain itu, pemerintah diminta mengedepankan penyerahan pengelolaan blok blok migas terminasi kepada Pertamina sebagaimana amanat konstitusi, khususnya blok yang memberikan value lebih besar bagi negara. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*