Eks Dirut Pertamina Jadi Kepala SKK Migas, Pengamat Sebut Pemerintah Suka Tabrak Aturan

19500

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, pada Senin (3/12/2018) melantik Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto di kantor ESDM, Jakarta. Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 57/M Tahun 2018 tanggal 30 November 2018 menggantikan Amien Sunaryadi, yang telah berakhir masa baktinya semenjak 18 November 2018.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM menekankan beberapa hal yang harus dilanjutkan pada kepemimpinan SKK Migas yang baru ini, antara lain:

1) Merubah organisasi ke arah yang lebih baik;

2) Meningkatkan cadangan eksplorasi baik pada Wilayah Kerja (WK) migas baru maupun terminasi, dimana saat ini kontraktor diwajibkan menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi yang besarannya USD 2 Miliar untuk 10 tahun ke depan;

3) Segera menyelesaikan WK migas terminasi yang jatuh tempo;

4) Membantu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk mengawal WK Eksplorasi yang akan dilelang dan cost recovery yang masih tersisa; serta

5) Mendukung semaksimal mungkin penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam eksplorasi dan eksploitasi migas.

Sementara itu, Ferdinand Hutahaean, pengamat energi, menyayangkan pelantikan Dwi Soetjipto. “Usia Dwi Soetjipto telah mencapai 63 tahun.
Padahal dalam ketentuan Kepala SKK Migas saat diangkat maksimum berusia 60 tahun,” kata Ferdinand. Kecuali ketentuan tersebut diatur baru. “Kenapa ya pemerintah suka main tabrak aturan,” tanya Ferdimand.

Diketahui, Dwi Soetjipto kelahiran pada 10 Nopember tahun 1955 di Surabaya Jawa Timur (Jatim). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*