BATAN Targetkan Desain RDE Disertifikat Tahun 2019

35200

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mentargetkan program Reaktor Daya Eksperimental (RDE) pada tahun 2019 mendapat sertifikat dari Badan Pengawas Tenaga (Bapeten). Dibandingkan desain RDE yang dirancang oleh Amerika Serikat (AS) dan Perancis, RDE hasil karya anak bangsa lebih unggul. Apa keunggulannya dan kapan bisa dioperasikan?

“Keunggulannya kita sudah dapat izin tapak atau lokasi di Serpong,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada acara launching Detail Desain Tahap Awal RDE di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek Tangerang Selatan, Jumat (16/11/2018). Desain RDE dari AS dan Perancis itu tanpa melihat tapaknya dimana. Desainnya disesuaikan saja.

Menurut Djarot, sebelum tahun 2021 diharapkan bisa meyakinkan pemerintah dan bisa mulai konstruksi. Secara formal, tahap persetujuan ini sudah diajukan sejak 27 Juli 2018 dengan mengirimkan sebagian dokumen yang dipersyaratkan yaitu dokumen detail desain dan dokumen laporan analisis keselamatan dan diharapkan mendapat persetujuan desain di tahun 2019. “Dayanya pun dapat dibesarkan dari yang saat ini 10 MWt sehingga bisa digunakan untuk Pembangkit Listrik dan Uap untuk Industri (Peluit),” tandas Djarot. Peluit bisa dibuild up hingga ratusan MWt. Nantinya, lanjut Djarot, nanti dapat ditawarkan kebeberapa smelter, oil refinery, pencairan batubara dan lain sebagainya.

Dia juga mengutarakan bahwa kebijakan program RDE tertulis di RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional) Tahun 2015 – 2019. “Tertulis program prototipe PLTN berdaya 10 MW,” ujar Djarot.

Semula, pihaknya ingin membeli saja sebagai bagian terobosan untuk meyakinkan masyarakat. “Kalau menggunakan PLTN yang besar susah maka gunakan yang kecil saja. Dulu asumsinya murah,” ungkapnya. Tetapi dalam perjalanannya ada kendala, dimana tawaran dari beberapa vendor mahal sekali, sekitar 300 juta USD.

Karena itu, pihaknya, lanjut Djarot, dipikirkan untuk mendesain sendiri. Maka terbentuklah satu konsorsium, yang terdiri dari beberapa Perguruan Tinggi dan BUMN, diantaranya PT PLN. “Dalam pengerjaannya, kita menjalin kerjasama dengan Kemenristekdikti, BPPT, ITB, IPB, UI dan Universitas Pertamina,” katanya.

Lebih jauh Djarot menandaskan bahwa desain RDE generasi IV dan komponen bahan materialnya dari dalam negeri sehingga dapat disebut sebagai produk dengan label Merah Putih. Semula memang menggandeng Tiongkok tetapi pihaknya, kata Djarot, tidak menutup peluang kerjasama dengan negara-negara lain. “Titik lemah program PLTN di Indonesia adalah tidak punya stakeholder,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Geni Rina Sunaryo menjelaskan, semua produk yang dilaunching kali ini terkait dengan pengoperasian reaktor nuklir. “Semua terkait dengan bagaimana mengoperasikan reaktor nuklir yang aman baik reaktor riset, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial maupun RDE kedepan,” kata Geni.

Geni memerinci produk yang dilaunching antara lain Smart Management Asset Database Reaktor Serba Guna, Simulator RDE, Online monitoring proses produksi radioisotop, Alat pemantau kesehatan rotary machine, Sistem informasi pengelolaan publikasi, dan Dokumen detail desain RDE. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*