GM PLN Disjaya: Kabel dan Tiang Listrik di Jalan Bukan Hanya Milik PLN

37500

Dalam pekan ini terjadi dua kali kebakaran kabel listrik di DKI Jakarta. Pertama, pada Selasa siang (13/11/2018) di daerah Rawamangun, Jakarta Timur.

Kejadian tersebut direkam oleh warga dan viral di media sosial. Salah satu warga net pun berkomentar; fauzieahmad_43 menulis, Ini akibat pemasangan kabel terlalu banyak dan asal-asalan membuat ruwet.

Belum satu minggu berselang, kebakaran kabel listrik terjadi lagi. Pada Kamis (15/11/2018) kebakaran kabel listrik terjadi di Jalan Raya daerah Condet Jakarta Timur. Kejadian ini pun divideokan dan viral di medsos serta mendapat banyak komentar dari warganet.

Menanggapi banyaknya peristiwa kebakaran kabel listrik tersebut, GM PLN Disjaya Muhammad Ikhsan Asaad pun turut merespon saat diminta tanggapannya. Dia mengungkapkan bahwa kabel dan tiang yang ada di sepanjang jalan bukan hanya milik PLN saja. Melainkan ada juga Tiang dan Kabel yang difungsikan untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Pemprov, telepon, maupun untuk internet / telematika milik beberapa provider.

“PLN secara professional menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan. Secara rutin PLN melakukan kegiatan inspeksi dan pemeliharaan preventif jaringan listrik dengan jadwal yang sudah disusun. Selain itu PLN juga menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui Contact Center 123 apabila terdapat masalah mengenai jaringan listrik,” kata Muhammad Ikhsan Asaad, GM PLN Disjaya pada indopetro, Kamis petang (15/11/2018) di Jakarta.

Saat ditanyakan, apakah tingkat keandalan kabel PLN sangat rendah sehingga menimbulkan terjadinya kebakaran yang sangat berbahaya bagi warga sekitar, Muhammad Ikhsan mengungkapkan kabel yang dipakai oleh PLN telah memenuhi type test yang disertifikasi oleh PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan dan dilakukan sampling pengujian terhadap kabel-kabel tersebut.

“Kabel yang terbakar di daerah Rawamangun merupakan kabel telematika dan jaringan PLN aman. Sedangkan yang di daerah Condet, kebakaran bermula saat kabel telematika yang menjuntai tersangkut oleh kendaraan tinggi yang melintas. Kabel telematika tersebut menarik kabel opstyg PLN dan mengakibatkan percikan api,” paparnya.

Terkait kontrol PLN Disjaya terhadap kabel-kabel listrik yang ada, yang disinyalir tidak efektif sehingga dapat memudahkan terjadinya kebakaran kabel, Muhammad Ikhsan menyatakan pada dasarnya, tiang listrik PLN mempunyai ketinggian yang lebih tinggi dibanding dengan tiang yang lain (telekomunikasi). “Tapi apabila terdapat jaringan telekomunikasi yang yang sudah terlanjur berdekatan atau tergantung di tiang PLN maka PLN berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menertibkannya,” tandasnya.

Dia juga mengutarakan, PLN juga berkoordinasi dengan Pemprov DKI dan PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) untuk menertibkan kabel-kabel yang tidak memiliki ijin. “ICON+ merupakan anak perusahaan PLN yang diberi mandat oleh PLN untuk mengelola dan memanfaatkan jaringan ketenagalistrikan milik PLN baik tiang maupun kabel tegangan rendah dan tegangan menengah,” terangnya.

Muhammad Ikhsan melanjutkan, “Dalam rangka upaya menjaga kelangsungan penyediaan dan penyaluran tenaga listrik dan untuk memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan, ICON+ akan langsung melakukan sweeping ke lokasi dan melakukan tindakan pembongkaran apabila terdapat kabel illegal yang tidak memperhitungkan parameter keamanan serta perhitungan beban pada tiang listrik”.

Menurutnya, beberapa kasus yang sering dilakukan pembongkaran oleh PT ICON + apabila ada perangkat dan/atau jaringan telekomunikasi/Telematika yang dipasang pada Tiang Listrik milik PLN tanpa persetujuan PLN /ICON+/Pemprov DKI dan tidak memperhitungkan parameter keamanan dan keselamatan serta perhitungan beban pada kemampuan Tiang Listrik. Misalnya kabel telekomunikasi, Kabel TV Berbayar Ilegal, Kabel Fiber Optic Ilegal dan lain-lainnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*