JASE Word Tawarkan Pengembangan Kombinasi Energi di Indonesia

30700

 

Japanese Business Alliance for Smart for Worldwide (JASE Word) akan memfokuskan pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Khususnya energi kombinasi antara energi panas dan energi bakar serta teknologi yang hemat energi. Hal tersebut diutarakan oleh Mr Masahide Shima, Managing Director of Energy Conservation Center, Japan disela-sela acara bertajuk Japan-Indonesia Business Forum for Energy Efficiency Conservation and Renewable pada Rabu (14/11/2018) di Jakarta.

“Energi kombinasi itu telah secara rutin dikembangkan JASE Word. Kita harapkan penggunaan energi ini berlangsung secara efisien,” kata Masahide Shima.

Menurutnya, energi kombinasi bukan berarti ada pembangkit yang baru tetapi memanfaatkan yang sudah ada. “Contohnya ada pembangkit listrik yang menghasilkan panas. Panas ini nanti akan diubah menjadi uap supaya uap ini menghasilkan listrik. Jadi mengkombinasikan seperti itu,” papar Masahide Shima.

Dia melanjutkan, “Normalnya biasanya dari pembangkit listrik biasa saja efisiensinya hanya sekitar 45% tapi dengan cara mengombinasikan uap yang dihasilkan dari panas pembangkit listrik tersebut maka efisiensinya mencapai hingga 80%”.

Diketahui, acara forum bisnis efisiensi energi dan konservasi ini merupakan rangkaian peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. JASE World telah melakukan berbagai kerjasama yang berhubungan dengan energi di seluruh dunia.

“Khusus Indonesia, sudah dimulai sejak setahun lalu, yang bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dalam hal ini Direktorat Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Saat itu sudah dibahas bagaimana kalau kita membuat kegiatan di Indonesia,” ungkap Masahide Shima. Oleh sebab itu, pihaknya menyelenggarakan even forum bisnis efisiensi energi dan konservasi di Jakarta.

Menurutnya, persiapan kegiatan ini telah dilakukan sejak setengah tahun lalu. “Khususnya menyangkut tema apa saja yang akan disampaikan dan dibahas. Tentu setelah ada masukan dari pihak KESDM hingga terlaksana saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan forum bisnis efisiensi energi dan konservasi ini didukung oleh Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI), Ministry of Foreign Affairs (Kedutaan Besar Jepang di Indonesia) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) ini merupakan bagian dari peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia dengan memperkenalkan teknologi hemat energi dan energi terbarukan unggul yang berasal dari Jepang guna menyelesaikan isu energi yang ada di Indonesia.

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan sumbangsih positif di bidang energi dan konservasi bagi kedua belah pihak sekaligus memperkuat hubungan kerjasama antara Jepang dan Indonesia.

Dalam forum ini juga diperkenalkan teknologi hemat energi dan energi terbarukan unggulan dari negara Jepang. Untuk penerapan teknologi, sudah diakui bahwa Jepang selangkah lebih maju dari Indonesia, untuk itu Indonesia dapat belajar langsung dari sumbernya sehingga ke depannya tercetus beberapa solusi yang tepat guna dan sasaran. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*