Indika Energy Turut Bangun Power di Nias

13800

 

PT Indika Energy Tbk melalui anak perusahaannya PT Tripatra turut berkontribusi dalam meningkatkan ratio elektifikasi di Nusantara. Khususnya pulau-pulau kecil.

“Kita ikut program PLN, scatter project untuk menerangi pulau-pulau kecil. Kapasitasnya antara 10 Megawatt (MW) hingga 25 MW,” kata Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk. Azis Armand kepada pers, Rabu (24/10/2018) di Jakarta. Karena sizenya seperti itu, kalau menggunakan batu bara maka tidak efisien.

Oleh sebab itu, pihaknya kata Azis Armand, menggunakan gas. “Kita menggadeng salah satu suplier gas untuk melakukan instolasi. Tapi kita tidak mengoperasikan,” papar Azis Armand seraya mengimbuhkan nilai kontraknya USD 340 juta.

Lebih jauh Azis Armand mengutarakan pihaknya lebih fokus berinvestasi power di Cirebon, Jawa Barat. “Kita bangun power kapasitas 660 MW untuk unit pertama. Untuk unit kedua berkapasitas 1000 MW,” ungkapnya. Kepemilikan Indika Energy ditahap pertama adalah 20% sedang ditahap kedua sebesar 6,25%.

Diketahui, Indika Energy melalui anak usahanya PT Cirebon Energi Prasarana, membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon Unit II.

Sekadar informasi, Cirebon Power adalah konsorsium sejumlah korporasi yaitu Marubeni (Jepang), Indika Energy (Indonesia), Samtan dan Komipo (Korea) dan Jera (Jepang). Cirebon Power telah mengoperasikan pembangkit Unit 1 berkapasitas 660 MW dengan teknologi Super Critical Boiler sejak 2012.

Cirebon Power Unit 1 telah berperan sebagai salah satu penopang sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dengan menyumbang 4.914 GwH per tahun. Sejak dioperasikan, Cirebon Power Unit 1 telah menjaga tingkat ketersediaan pasokan listrik (availability factor) diatas 90 persen, dan tingkat emisi kurang dari sepertiga ambang batas nasional. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*