Perkuat Ketahanan Energi, Petro TNC International Bangun Tangki Timbun dan Terminal BBM di Tiga Titik

191000

PT. Petro TNC International, perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang energi, akan membangun infrastruktur yang dapat meningkatkan daya tahan energi nasional. Apa saja jenis pembangunannya dan berapa nilai investasinya?

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT. Petro TNC International Iwan Ratman, pihaknya akan membangun tangki timbun dan terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Patimban, Kecamatan Husakanegara, Subang. Selain di Subang, tangki timbun dan terminal BBM juga akan dibangun di Cirebon, Jawa Barat dan di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Berapa nilai investasinya? “Nilai investasi yang kita tanam maksimal satu titik Rp 600 Miliar. Jadi untuk tiga titik, totalnya Rp 1,8 Triliun,” kata Iwan Ratman saat Press Conference dengan media, Senin (1/10/2018) di Jakarta. Dana tersebut digunakan untuk keperluan EPC dan owner cost.

Acara Press Conference tersebut juga dihadiri oleh Abdul Gafur, Bupati Penajam Paser Utara; Wadiat, Dirut Benoa Ataka; Heri Wibisana, Project Director Petro TNC International dan Heru, salah seorang sahabat Iwan Ratman.

Iwan juga mengutarakan bahwa pihaknya juga telah melakukan feasibility study terhadap pembangunan proyek-proyek tersebut. Disamping juga telah melakukan studi teknis dan komersial. “Diperkirakan BIP dalam tenggat 5 tahun. Untuk masa pembangunan konstruksinya antara 15 – 18 bulan. Kontraktornya adalah salah satu perusahaan yang bonafit di negeri Tiongkok,” ungkap Iwan.

Saat ditanyakan berapa kapasitas tangki timbun BBM yang bakal dibangun, Iwan menjawab, “Satu titik di Subang itu kapasitasnya 50.000 KL atau 50 juta liter. Jadi, kalau tiga titik, maka totalnya ada 150.000 KL”. Dapat dibayangkan kalau tangki-tangki ini diisi 150.000 KL.

Dia juga mengutarakan bahwa kapal yang akan dibawanya berkapasitas 50.000 metric ton. “BBM kita simpan dalam tangki tersebut. Setelah itu, kapal pembawa distribusi BBM akan berlabuh untuk membeli. Ada yang 1000 KL. Ada yang 3000 KL. Ada 5000 KL. Ada yang 8000 KL dan 10.000 KL,” ujarnya. Bahkan CTnya pun didesain untuk 20.000 KL.

Menurut Iwan, sistem di tangki tersebut fasilitasnya, kapasitas 50.000 KL itu 2×25.000. Jadi ada 2 tangki besar. Juga ada pemipaan, matric station, GT untuk tempat berlabuhnya kapal dan asersiotic facilities.

Disamping itu, lanjutnya, tangki timbun dan terminal BBM ini memiliki standart yang ditentukan. “Kami ikuti semua standartnya. Ada pum house, control room, operator room, ruangan untuk transaksi. Misalnya ada pihak bea cukai atau imigrasi atau untuk sistem waktu transaksi,” katanya.

Kendati demikian, Iwan menyadari pihaknya bukan satu-satunya pelaku bisnis tangki timbun. “Ada Pertamina yang paling banyak tangkinya. Ada juga pihak swasta, seperti AKR, Lautan Luas dan lain-lainnya. Mereka adalah mitra bisnis kita yang memperkuat ketahanan energi nasional,” tegas Iwan.

Lebih jauh Iwan mengungkapkan, proyek pertama yang diluncurkan ini masih relatif kecil dibanding proyek bisnis portfolio yang telah dicanangkan. “Total bisnis portfolio adalah 16 Miliar USD, dimana yang 15 Miliar USD akan digunakan untuk membangun oil refenary di Penajam dan Cirebon. Sisanya sekitar 1 Miliar USD untuk membangun kilang mini, GTL dan tangki timbun serta terminal BBM,” papar Iwan.

Sementara itu, Abdul Gafur, Bupati Penajam Utara menyambut baik rencana pembangunan tangki timbun dan terminal BBM ini. “Kami tentu gembira dan menyambut baik karena ini menyangkut pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah kami. Tentu kita support,” kata Abdul Gafur. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*