SPPSI Minta Direksi Bentuk Satgas Khusus Kejar Utang Swasta

41500

 

Sangat mengejutkan sekali adanya pemberitaan terkait dengan anak usaha Pertamina yaitu PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina punya piutang kurang lebih sebesar 451 Milyar lebih kepada pihak swasta yaitu PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). “Ini suatu angka yang sangat luar biasa besar sekali,” kata M. Syafirin, Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia – Jakarta (SPPSI – Jakarta) dalam keterangannya pada sejumlah media, Jumat (28/9/2018) di Jakarta. Untuk itu Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI), salah satu SP konstituen dan pendiri FSPPB, mendorong Direksi untuk mengejar piutang itu,” katanya.

Sebab sekarang, lanjutnya, Pertamina sedang berusaha keras untuk memperbaiki cash flow perusahaan yang tidak sehat karena naiknya harga minyak dunia yang tidak diikuti oleh harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM), yang membuat perusahaan membutuhkan dana segar.

Dia menuturkan, hal ini sangat mengherankan bagaimana mungkin perusahaan swasta bisa punya hutang sebesar itu ke Patra Niaga. “Pertamina waktu membeli minyak mentah selalu dalam bentuk cash malah pembayaran di muka sebelum barang dikirim. Ini bisa ngutang, sungguh aneh dan tidak mengherankan apabila masyarakat mencurigai aroma tidak sedap dalam bisnis ini,” tegas Syafirin. Oleh karena itu, SPPSI mendorong Direksi Pertamina untuk segera memerintahkan PT Patra Niaga untuk menyelesaikan piutang tersebut.

Bila perlu, lanjutnya, ditempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya. “Kalau ada pekerja yang terlibat dalam hal itu agar segera ditindak. Bila diperlukan maka SPPSI meminta Direksi Pertamina untuk membuat Satgas Khusus untuk mengejar hutang pihak swasta ke Pertamina dan anak usahanya yang jatuh tempo,” katanya. Dan bukan tidak mungkin masih ada lagi kejadian seperti ini pada bisnis lainnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*