Aksi Perlawanan Pertamina!

23500
Aksi Perlawanan Pertamina!

JAKARTA (INDOPETRO)- Ribuan pekerja PT Pertamina (Persero) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) melakukan aksi long march. Aksi ini dilakukan pada Jumat pagi (20/7/2018). Karyawan dan karyawati Pertamina yang umumnya mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam/biru mulai bergerak pukul 07.00 WIB dari kantor Pertamina Pusat di Jl Merdeka Timur 1 A Jakarta Pusat menuju ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No 13 Jakarta Pusat. Dengan mengenakan ikat kepala berwarna merah bertuliskan ‘Save Pertamina’ mereka berjalan tertib. Dengan penuh semangat teriakan dan yel, yel terdengar keras. Misalnya, ‘Siapa kita’? ‘Indonesia!’ ‘Pertamina!’ ‘Jaya’ dan lain sebagainya.

Ada pula kendaraan pick up yang dilengkapi sound system sebagai pengeras suara sekaligus tempat orasi bagi sebagian peserta aksi demonstrasi. Dalam orasi salah satu peserta aksi, terdengar kata-kata, “Kami patuh pada negara bukan pada penguasa”.

Menurut Arie Gumilar, Presiden FSPPB, aksi demonstrasi pekerja Pertamina ini adalah wujud protes terhadap beberapa persoalan yang membelit Pertamina selama ini. Diantaranya adalah gemuknya penambahan jajaran Direksi menjadi 11 (sebelas) posisi akan menyebabkan inefisiensi karena peningkatan overhead cost organisasi yang semakin membengkak.

Berdasarkan argumentasi di atas, pihak FSPPB menyampaikan tuntutannya kepada Menteri BUMN, yaitu stop Aksi Korporasi Penjualan atau Rencana Penjualan Aset Negara cq Pertamina ; batalkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat / Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) antara Pertamina dengan PGN ; hentikan segala proses integrasi Pertagas dan PGN; sinergikan Pertagas dan PGN sebagai AP Holding (Pertamina) ; kembalikan eksistensi Direktorat Gas serta pengisian jabatan Direktur; rampingkan Organisasi Direksi; berhentikan Direksi yang bertanggungjawab terhadap rencana aksi korporasi melepas aset strategis perusahaan untuk memperbaiki kinerja keuangan karena tidak menyelesaikan akar permasalahan dan menambah semakin terpuruknya Pertamina.

Menurut Arie, saat aksi demonstrasi ini, pihaknya langsung diterima Menteri BUMN.
“Kita ditemui langsung oleh Ibu Menteri BUMN. Bahkan Ibu Menteri juga menemui massa yang sedang berunjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN. Ibu Menteri menyampaikan sambutannya,” kata Arie pada sejumlah media, seusai memimpin aksi demonstrasi, Jumat siang (20/7/2018) di kantor FSPPB, Jakarta.


 

 

 

 

 

 

 

 

Seusai diterima Menteri BUMN, massa pekerja Pertamina secara perlahan-lahan bergeser ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Kantor yang terletak tidak jauh dari Kementerian BUMN ini dipenuhi oleh massa demonstrasi perusahaan energi plat merah ini. “Seyogyanya kami diterima oleh Bapak Jonan sebagai Menteri ESDM. Tapi beliau ada rapat terbatas. Akhirnya kami diterima oleh Wamen ESDM, Bapak Arcandra,” kata Arie, yang tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya karena hanya diterima oleh Wamen ESDM.

Dia menyampaikan pihaknya memberikan surat tuntutan, diantaranya terkait tuntutan kebijakan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). “Harga BBM ini terus terang membebani keuangan Pertamina,” tegas Arie.

Tuntutan lainnya, lanjutnya, adalah soal Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 23 terkait blok atau Wilayah Kerja (WK) migas yang telah habis masa kontraknya. “Seyogyanya WK tersebut dikembalikan pada negara dan negara memberikan pada Pertamina untuk mengelolanya,” tandasnya.

Namun, imbuh Arie, Permen 23 ternyata lebih berpihak pada kontraktor asing atau kontraktor eksisting untuk melanjutkan kontraknya.

Seusai diterima oleh Wamen ESDM, pimpinan lapangan demonstrasi pun menginstruksikan agar massa peserta aksi ini kembali lagi ke kantor Pusat Pertamina. “Dari kantor Kementerian ESDM kami pun kembali ke kantor Pusat Pertamina,” ujar Arie. Namun bukan berarti acara demonstrasi ini segera berakhir. Seusai shalat Jumat berjamaah, peserta aksi demonstrasi ini melakukan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh para habaib yang berasal dari Jakarta. “Semua dari aksi ini kita kembalikan pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Karena hanya Dialah tempat segalanya kita mengadu,” kata Arie lirih, menutup dialognya dengan para awak media. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*