eSPeKaPe : Jangan Kerdilkan Pertamina, Bu Rini dan Pak Jonan !

30900
eSPeKaPe : Jangan Kerdilkan Pertamina Bu Rini dan Pak Jonan !

JAKARTA (INDOPETRO)- Setelah kemarin malam, 17 Juli 2018, mendapatkan informasi dari Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ari Gumilang, Pendiri Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) Teddy Syamsuri dari markasnya dibilangan Jatinegara Jakarta Timur menegaskan agar jangan mengkerdilkan PT Pertamina (Persero) atas peranannya sebagai National Oil Companies (NOC).

Ketegasan Teddy yang juru bicara Gerakan Spirit ’66 Bangkit (GS66B) tersebut ditujukan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan terkait pemaksaan reorganisasi Pertamina yang beralasan anak perusahaan Pertamina bernama Pertamina Gas atau Pertagas secara prinsip memiliki kegiatan dan bidang usaha yang sama dengan PT Perusahaan Gas Nasional (PGN).

“Hanya dengan alasan itu maka Menteri Rini mempersiapkan PGN masuk dibawah Pertamina dan akan dikelola bersama-sama dengan Petragas, yang disebut holding minyak dan gas bumi (migas) yang pada 3 Februari 2018 meniadakan Direktorat Gas Pertamina. Padahal para pekerja Pertamina dan mungkin pekerja PGN menolaknya. Dilapangan hal penguasaan pekerjaan akan saling berbenturan, sulit untuk bersinergi” ungkap Teddy.

Sementara itu meskipun Peraturan Menteri ESDM (Permen ESDM) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Akan Berakhir terutama Blok Rokan di Riau yang habis masa kontraknya (terminasi) pada tahun 2021 tidak lagi memprioritaskan kontraktor eksisting dalam hal ini PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), namun Blok Rokan yang memproduksi minyak sekitar 210.280 barel perhari (bph) dan gas sekitar 24,26 MMSCFD sebagai blok migas yang produksinya tertinggi di Indonesia, disesalkan oleh Menteri Jonan tetap akan diberlakukan lelang.

Penyesalan Pendiri eSPeKaPe Teddy terhadap Menteri Jonan, karena Pertamina dengan tegas mampu dan siap mengelola secara penuh atau seratus persen sebagai operator Blok Rokan yang saat ini masih dikelola oleh PT CPI.

“Kurang ajarnya lagi ada pejabat Kementerian ESDM yang mengatakan perusahaan mana yang bisa memberikan benefit kepada pemerintah yang besar itulah yang akan diserahkan mengelol Blok Rokan. Padahal proposal Pertamina sudah masuk. Padahal Pertamina saham sepenuhnya milik pemerintah. Ini kan bentuk ‘pengkerdilan’ oleh Menteri Jonan terhadap Pertamina yang memberikan deviden yang diterima pemilik saham yakni pemerintah yang cukup besar selama ini. Ini sangatlah ironis” kata Teddy geram.

Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat sendiri yang organisasi pensiunannya sejak tahun 2011 berkomitmen mengawal Pertamina harga mati dan belakangan ini agar Pertamina dipimpin oleh yang ahlinya dengan memperjuangkan untuk selamatkan Pertamina, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang giat-giatnya melaksanakan kerja pengadministrasian keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diseluruh pelosok tanah air dalam memberlakukan misi Nawacitanya, diharapkan oleh Binsar Effendi untuk tidak memberikan keleluasaan Menteri BUMN dan Menteri ESDM yang justru terkesan melakukan pembonsaian terhadap Pertamina.

“Mohon Presiden Jokowi memperhatikan secara sungguh-sungguh eksistensi Pertamina yang dari dulunya merupakan perusaan negara kebanggaan bangsa Indonesia”, sergah Binsar Effendi yang juga Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih (LMP).

Menurut Ketua Umum eSPeKaPe dan juga Ketua Umum Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966 (KKB ’66), sangat mempercayai jika Presiden Jokowi sesuai janji kampanye saat Pilpres 2014 akan patuh terhadap konstitusi negara dan akan tunduk pada kehendak rakyat.

“Pertamina lahir atau didirikan tidak ada lain karena wajib mengemban amanat Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 sekaligus. Maka sangatlah tidak kami, eSPeKaPe, mengerti manakala Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan menyepelekan amanat konstitusi yang disematkan hanya untuk perusahaan Pertamina yang cabang-cabang produksinya yang vital menguasai hajat hidup orang banyak dari dalam bumi dan dibawah dasar lautan yang dipergunakan hanya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sebab itu, janganlah kerdilkan Pertamina”, pungkas Binsar Effendi Hutabarat seraya merespons sepenuhnya bakal adanya pekerja Pertamina turun aksi unjuk rasa pada konteks menyelamatkan Pertamina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*