eSPeKaPe: Selain Profesional, Dirut Baru Pertamina Harus Kuasai Hulu-Hilir Migas

15500
eSPeKaPe: Selain Profesional, Dirut Baru Pertamina Harus Kuasai Hulu-Hilir Migas

JAKARTA (INDOPETRO)- Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) dari markasnya di bilangan Jatinegara Jakarta Timur menyambut baik ungkapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno di sela acara halal bihalal di kediamannya pada 30 Juni 2018 lalu, bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan segera mengumumkan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) baru di sekitar bulan Juli ini.

Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat dalam rilisnya kepada pers (6/7/2018) mengutip ungkapan Menteri BUMN Rini Soemarno yang mencari calon dengan kriteria yang mau berkomitmen bahwa Pertamina memiliki dua fungsi, yakni meningkatkan nilai dengan mengejar profit sekaligus sebagai agen pembangunan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 ayat (2) dan (3) Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45).

Ungkapan ini jelas eSPeKaPe meresponnya, “Tetapi dengan catatan benar-benar bisa terjaga supaya direksi dalam satu tim secara total, dengan komitmen bahwa Pertamina sekalipun BUMN namun tidak boleh menyimpang dari Undang Undang Perseroan Terbatas (UU PT)”, kata Binsar Effendi yang juga Panglima Gerakan Spirit ’66 Bangkit (GS66B).

Oleh sebab itu meskipun sudah beberapa calon yang telah mengikuti tes kelayakan di Kementerian BUMN dan katanya sudah diusulkan ada beberapa calon oleh Menteri BUMN, tetap tergantung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Tim Penilaian Akhir (TPA) yang menentukan.

“Kami, eSPeKaPe, tidak sepenuhnya sependapat dengan penjelasan pengamat bahwa Dirut Pertamina harus orang profesional tapi independen. Tidak cukup hanya profesional jika sang calon bukan ahlinya di bidang minyak dan gas bumi (migas) dengan pengalaman utuh dari hulu sampai ke hilir”, beber Binsar Effendi yang juga Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih (LMP).

Menurutnya jika hanya profesional saja realitanya Dwi Sutjipto, Ellia Massa Manik dan yang saat ini menjabat pelaksana tugas (Plt) Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dari penilaian eSPeKaPe menjadi sia-sia karena mereka tidak menguasai soal migas, apalagi ditambah jika tekad Pertamina ingin menjadi World Class Energy yang tentunya sarat dengan pengalaman pernah bekerja dengan perusahaan-perusahaan minyak besar di dunia terkait adanya akuisisi Pertamina dibeberapa negara penghasil migas.

“Tanpa menguasai apalagi bukan ahlinya, yang namanya profesional meski independen terkait integritasnya akan mudah goyah oleh karena mengurusi soal migas bukanlah asal comot semata-mata”, ucap Binsar Effendi tandas.

Oleh sebab itu menurut Ketua Umum eSPeKaPe, jika apa yang diungkapkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di bulan Juli ini akan segera diumumkan Dirut Pertamina defenitif menggantikan Nicke Widyawati yang pelaksana tugas menjadi kepastian, tentunya bagus sekali agar terhindari adanya preseden buruk atas berlama-lamanya perusahaan sebesar Pertamina dijabat oleh Plt Dirut.

“Semoga saja Presiden Jokowi mengabulkan apa yang eSPeKaPe sarankan agar Pertamina dipimpin oleh seorang dirut yang benar-benar menguasai dan yang benar-benar ahlinya di bidang migas dari hulu sampai ke hilir serta membuktikan mimpinya Pertamina untuk bisa menjadi World Class Energy”, pungkas Binsar Effendi Hutabarat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*