Capaian Hulu Migas Semester I/2018: Eksplorasi Masih Harus Digenjot

17500
Capaian Hulu Migas Semester I/2018: Eksplorasi Masih Harus Digenjot
Foto : eksplorasi.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Upaya sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) selama semester pertama tahun 2018 dalam menambah cadangan nasional telah mencapai 580 juta juta setara barel minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Ini berdampak pada rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) hingga 148 persen, dengan poin puncak 189 persen pada April.

Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, kegiatan eksplorasi masih perlu didorong agar dapat mempertahankan, bahkan menambah nilai RRR saat ini. Dimana cadangan minyak berperan besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Kegiatan eksplorasi merupakan titik krusial untuk menjamin pasokan energi dan stabilitas perekonomian Indonesia,” kata Amien di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Terkait lifting migas, realisasi semester ini  mencapai mencapai 96 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau sebesar 1,923 juta setara barel minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Dengan rincian lifting minyak bumi sebesar 771 ribu barel per hari (barrel oil per day/bopd) atau sekitar 96 persen dari target APBN, 800 bopd. Sedangkan lifting gas bumi sebesar 1,152 juta boepd atau 96 persen dari target sebesar 1,2 juta boepd.

Dalam menjaga produksi dan meningkatkan cadangan, beberapa kegiatan seperti survei, pengeboran, perawatan dan kerja ulang sumur telah dikerjakan. Realisasi survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 237 kilometer (km) atau 4 persen dari target rencana kerja dan anggaran (WP&B) yang sepanjang 4.666 km. Seismik tiga dimensi (3D) terealisasi seluas 1.541 kilometer persegi (km²) dari target 5.382 km² atau sekitar 26 persen dari target. Untuk sumur eksplorasi ditajak 11 sumur dari rencana 104 sumur atau terealisasi 10 persen.

Adapun sumur pengembangan dari rencana 289 sumur dibor 129 sumur atau terealisasi 45 persen. Sedangkan kerja ulang, dari target 637 sumur terealisasi 324 sumur atau 51 persen dan perawatan sumur dari rencana 56.184 dilaksanakan 31.151 kegiatan atau terealisasi 55 persen.

Belum optimalnya kegiatan utama hulu migas seperti survei dan pengeboran di atas menyebabkan investasi tahun 2018 terealisasi sebesar US$3,9 miliar dari kesepakatan dalam WP&B yang sebesar US$14,2 miliar atau baru mencapai 27 persen. Sementara itu, pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar US$5,2 miliar atau 51 persen dari target APBN 2018 sebesar US$10,1 milliar (unaudited).

Penerimaan negara dari sektor hulu migas hingga semester satu tahun 2018 sudah melebihi target, mencapai US$8,5 miliar atau sekitar Rp115 triliun. Angka ini melebihi target APBN 2018 yang sebesar US$11,9 miliar. “Capaian hingga semester satu mencapai 71 persen dari target pemerintah dan diproyeksikan akan mencapai 120 persen pada akhir tahun 2018,” ungkap Amien. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*