Terlalu Besar, Besaran Split Chevron untuk Rokan Ditolak ESDM

20800
Ada Intervensi Asing Pengalihan Pengelolaan Rokan ke Pertamina?

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak besaran bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) dalam kontrak baru Blok Rokan yang diajukan Chevron. Pasalnya besaran yang diajukan melebihi bagian negara di konrak baru dengan skema gross split.

“Pemerintah harus dapat lebih tinggi,” kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Jakarta, Selasa (26/6).

Menurut Arcandra, peraturan yang ada telah memandatkan bagi hasil yang didapat negara harus lebih besar dibanding kontraktor, sebesar 57 persen untuk minyak dan 52 persen untuk gas. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Migas Skema Gross Split.

Adapun besaran tersebut belum memperhitungkan variabel split yang akan bertambah sesuai dengan kriteria dan diskresi Menteri ESDM. Pasal 7 Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 tahun 2017, tidak membatasi Menteri ESDM memberikan tambahan bagi hasil bagi wilayah kerjanya tidak ekonomis. Pada aturan lama, diskresi ini dibatasi maksimal 5%.

Hingga kini, kata Arcandra, besaran split pada kontrak baru belum diputuskan dikarenakan proposal perpanjangan kontrak Chevron masih dalam bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Arcandra mengaku, pihaknya menargetkan nasib Blok Rokan setelah kontrak berakhir akan diputuskan Juli 2018. “Berikan kami waktu sebulan,” katanya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan awalnya Chevron mengajukan perpanjangan kontrak dengan skema cost recovery dan gross split. Saat itu pemerintah secara tegas menolak proposal cost recovery hingga akhirnya proposal gross split diajukan.

“Kami bilang no way,” ujar Djoko di Jakarta, Kamis (7/6).

Pemerintah belum memberikan persetujuan atas usulan tersebut. “Dulu dia minta lebih besar kontraktor. Namun, kan kami evaluasi dan belum disetujui,” kata Djoko. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*