Vivo Energy Indonesia Ajukan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

22500
Vivo Energy Indonesia Ajukan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Vivo Energy Indonesia saat ini sedang mengajukan kenaikan harga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijualnya. Sedang PT Pertamina (Persero) justru belum mengajukan permohonan.

“Pertamina belum ajukan sampai saat ini. Saya baru terima kemarin (permohonan kenaikan harga BBM nonsubsidi) dari Vivo,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Senin (25/6/2018) di Jakarta.

Sebelumnya, PT Total Oil Indonesia,  Shell Indonesia dan  PT AKR Corporindo Tbk telah mendapat persetujuan menaikkan harga BBM nonsubsidi dari Kementerian ESDM.

Lebih jauh Djoko mengutarakan, dengan adanya permohonan dari Vivo tersebut, pemerintah memiliki waktu 10 hari untuk melakukan evaluasi lebih lanjut. “Kita ada kesempatan evaluasi selama 10 hari. Setelah itu baru kita putuskan,” tambah Djoko.

Aturan mengenai harga BBM nonsubsidi diatur dalam  Peraturan Menteri ESDM Nomor 21 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan  Bakar Minyak. Permen ini ditetapkan Menteri ESDM Ignasius Jonan tanggal 9 April 2018.

Dalam aturan ini dinyatakan, perhitungan harga jual eceran jenis BBM Umum di titik serah, untuk setiap liter ditetapkan oleh badan usaha dengan harga tertinggi ditentukan berdasarkan harga dasar ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dengan margin paling tinggi 10% dari harga dasar.

Menteri ESDM dapat memberikan persetujuan harga jual eceran jenis BBM Umum dengan mempertimbangkan situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat serta ekonomi riil dan sosial masyarakat.

Perubahan harga BBM nonsubsidi Total telah berlaku mulai 1 Juni 2019,  Shell mulai 8 Juni 2018. Sedangkan AKR  mulai 10 Juni 2018.  (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*