Ingin Tangguh di Tanjakan, Gunakan BBM Oktan Tinggi

43800
Awal Juli, Pertamina Naikkan Harga BBM Seri Pertamax dan Dex
Foto: pedomanbengkulu.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Agar memiliki kinerja baik dan kuat di medan tanjakan, sebaiknya kendaraan bermotor menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) oktan tinggi, minimal RON 92. Demikian disampaikan Humas Club Ayla Indonesia (CAI) Adjie Sambogo.

Pendapat tersebut diungkapkan Adjie, berdasarkan pengalaman para anggota CAI. Tidak hanya ketika mudik tahun ini, namun juga dalam beberapa kali melakukan touring ke luar Jawa. Terkait mudik, misalnya, ternyata para anggota yang memang hampir sebagian besar mempergunakan BBM RON minimal 92, seperti Pertamax series, dengan ringan melewati tanjakan dengan kemiringan cukup tajam. “Saya sendiri menanjak di Kali Kenteng dengan sangat ringan. Padahal sebelumnya sempat viral adanya Ayla yang tidak kuat naik di tanjakan tersebut,” kata Adjie pada sejumlah media, Senin (25/6/2018) di Jakarta.

Tanjakan Kali Kenteng di Susukan, Kabupaten Semarang yang merupakan bagian dari tol fungsional Salatiga-Kartasura, beberapa hari belakangan memang menjadi perbincangan media massa dan netizen. Diketahui, pada tanjakan sepanjang 500 meter dan kemiringan sekitar 22 derajat tersebut, sebuah mobil Ayla terekam tidak kuat menanjak. Akibatnya, polisi membantu mendorong mobil tersebut dan meletakkan ganjal pada ban belakang.

Tidak hanya ketika mudik. Pengaruh baik konsumsi BBM RON tinggi, menurut Adjie, juga dibuktikan ketika para member CAI melakukan touring ke Lampung pada 2015 lalu. Pada touring tersebut, CAI sekaligus menguji pengaruh penggunaan Premium dan BBM RON tinggi. Hasilnya sama, bahwa kendaraan yang mempergunakan Premium harus bersusah-payah ketika melalui tanjakan.

“Pengaruh BBM dalam menghadapi medan tanjakan ketika itu memang nyata. Anggota yang mempergunakan Premium cukup kepayahan di tanjakan, namun saya dan beberapa anggota lain yang menggunakan BBM RON tinggi, bisa melewatinya dengan sangat mudah,” ujarnya.

Tidak optimalnya mesin Ayla yang mempergunakan Premium, menurut Adjie memang bisa dimaklumi. Pasalnya, sesuai ketentuan Daihatsu, kendaraan yang tergolong low cost green car (LCGC) tersebut, disarankan mempergunakan BBM beroktan tinggi. Selain tertera pada buku petunjuk, rekomendasi BBM tersebut juga tertulis pada tutup kunci ruang pengisian BBM. “Di sana tertulis bahwa minimal adalah RON 92. Jadi memang itu sebenarnya BBM standar Ayla,” ujar Adjie.

Adjie menambahkan, bahwa dari sekitar 1.000 anggota CAI plus 4.000 calon anggota, sebagian besar memang mempergunakan BBM RON tinggi. Kalau pun masih ada yang memakai Premium, lanjut dia, jumlahnya sangat sedikit, tidak sampai 10 persen. Jumlah pemakai Premium, diperkirakan akan tersebut menyusut, seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran anggota. “Saya dulu juga sempat mempergunakan Premium. Tetapi karena merasa performa mobil tidak bagus, akhirnya beralih ke Pertamax sampai sekarang,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*