Kecelakaan Dermaga Pertamina RU II Dumai, Tanggung Jawab Siapa?

86100
Plt. Dirut Pertamina Diminta Jalankan Rekomendasi BPK Soal PT BLT

JAKARTA (INDOPETRO)- Berita kecelakaan kerja berakibat hilangnya karyawan Pertamina di Dermaga RU II Pertamina Dumai pada 31 Mei 2018 menarik perhatian beberapa kalangan karena terkait beroperasinya MT Bull Flores akan sandar di dermaga untuk memuat Solar Pertamina.

Kabarnya, dermaga roboh ketika kapal tangker MT Bull Florest akan sandar. Tentu tidak mungkin dermaga bisa roboh kalau tidak kena hantaman kapal MT Bull Florest.

“Yang menjadi menarik atas izin siapa MT Bull Florest merapat ke dermaga untuk memuat solar Pertamina. Atas rekomendasi BPK pada 12 Maret 2018 Pertamina dari Direktorat Manajemen Aset Cq oleh Senior Vice President Procurement Exellence Group telah menerbitkan surat nomor 046 / 120300/2018 tentang pemberitahuan bahwa BT Bull Sulawesi, MT Bull Papua dan MT Bull Florest masuk daftar hitam rekanan Pertamina,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman pada sejumlah media, Senin (4/6/2018) di Jakarta.

Artinya telah diputus kontraknya dan jangka waktu lama tidak boleh beroperasi di lingkungan Pertamina. Surat keterangan daftar hitam itu, lanjut Yusri, diteken oleh Joen Riyanto sebagai SVP PEG atas dasar temuan dan hasil rekomendasi BPK.

Yusri pun mengutip pernyataan Joen Riyanto, dalam surat itu, kalau mengacu SK Direksi Pertamina 43/C00000/ 2015 – SO pada Bab IX huruf B angka 4 dinyatakan bahwa kelompok sanksi hitam adalah kelompok penyedia barang atau jasa yang tidak dipercaya lagi.

Padahal, tambah Yusri, kalau menurut keputusan Pertamina di atas dan keterangan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur (LSI) Pertamina Gandhi Sriwidodo pada 28 Mei 2018 menyatakan, pada 22 Mei 2018 hanya meneruskan surat dari PT Buana Lintas Tama Tbk ke BPK sebagai bahan evaluasi atas rekomendasi black list. “Kalau harus diputihkan harus atas rekomendasi BPK. Dan kami belum action untuk kelanjutan PT BLT,” kata Yusri, mengutip pernyataan Gandhi.

Kalaulah benar semua keterangan Gandhi seperti diatas, imbuh Yusri, tentu menjadi aneh soal kehadiran kapal MT Bull Florest di dermaga Dumai untuk mengangkut solar Pertamina.

“Pertanyaan siapakah yang sudah melakukan kebohongan publik dan mengandung unsur korupsi, sepertinya Gandhi Sriwidodo terkesan lagi uji nyali dengan KPK,” tandas Yusri.

Ketika berita kejadian MT Bull Florest yang mengakibatkan robohnya dermaga dan memakan korban nyawa karyawan Pertamina bernama Zulkarnean (55 tahun), dikonfirmasi oleh Yusri kepada Gandhi Sriwidodo sebagai Direktur LSI dan Haryo sebagai Direktur Manajemen Aset Pertamina, melalui Whatsapp, mereka berdua membacanya akan tetapi tidak membantahnya.

“Wajar saja sekarang publik akan berpendapat bahwa dengan kehadiran Gandhi Sriwidodo dan Haryo di jajaran Direksi Pertamina maka Pertamina bisa dikelola bukan hukum korporasi,” kata Yusri.

Diketahui, seorang karyawan Pertamina RU II Dumai tenggalam dan masih dalam pencarian setelah salah satu bagian dermaga milik PT Pertamina RU II Dumai roboh ke laut saat proses sandar kapal kargo Bull Florest, Kamis (1/6/2018), seperti dilaporkan xnewss.com

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan kejadian tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Dimana kapal kargo Bull Forest pengangkut bahan bakar solar rencananya hendak bersandar di dermaga Jetty 5 RU II Dumai tiba-tiba roboh.

Pada saat kejadian korban Zulkarnain (55) warga Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur bersama rekannya Saiful Amri yang bekerja di bagian Mooring gang Marine Pertamina RU II Dumai sedang menyambut tali kapal dan rencananya akan mengikat tali tersebut ke salah satu bagian dermaga sebelum kapal bersandar.

Namun naas disaat kedua korban yang sedang bekerja tiba-tiba dermaga tersebut roboh ke laut hingga korban ikut jatuh kedalam laut. Dalam kejadian tersebut korban Syaiful Amri berhasil menyelamatkan diri sementara korban Zulkarnain jatuh ke dalam laut dan hingga saat ini korban masih belum diketahui keberadaannya. Sementara itu korban Syaiful Amri yang dalam keadaan luka berat dikabarkan sudah sadar.

Unit Manager Comrel & CSR Pertamina RU II Dumai, Taufikurachman dalam siaran persnya mengakui adanya kejadian musibah kecelakaan di areal Jetty 5 RU II Dumai dengan robohnya salahsatu BD (Breasting Dolphin) di Jetty 5.

Kejadian itu berlangsung pada saat kapal Cargo Bull Florest muatan BBM jenis Solar akan sandar di dermaga tersebut.

Kejadian ini mengakibatkan 2 pekerja Mooring gang Marine terjatuh ke laut. Kedua pekerja tersebut merupakan pekerja PT. Peteka Karya Garuda anak Perusahaan dari PT. PTK.

“Sampai saat ini penyebab kejadian masih dalam tahap investigasi pihak berwenang dan tim penyelam masih dalam pencarian korban yang belum di temukan,” kata Taufikurachman. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*