BPH Migas Tinjau SPBU Pertamina di Tol Cipali

33300
BPH Migas Tinjau SPBU Pertamina di Tol Cipali

JAKARTA (INDOPETRO)- Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas telah menetapkan kuota Premium sebesar 11,8 juta kiloliter (KL) untuk daerah non Jamali (Jawa, Madura dan Bali) dan Jamali. Dari 11,8 juta KL, sebanyak 7,5 juta KL untuk daerah Jamali pada periode Januari – Desember 2018. Khusus Jamali ada tambahan kuota 4,3 juta KL.

Demikian salah satu poin yang diungkapkan oleh Fanshurullah Asa, Kepala BPH Migas pada sejumlah media, Jumat (1/6/2018) saat melakukan pemantauan di SPBU Pertamina dalam menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang mudik Idul Fitri di rest area Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) kilometer 101 dan 102. Jenis BBM yang disediakan, yaitu diantaranya Premium, Ron 88, 92, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo.

Hal ini, kata Fanshurullah, menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018. “Ini bentuk komitmen pemerintah bahwa wajib menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di seluruh NKRI,” kata Fanshurullah.

Dia mengatakan, Premium masih menjadi pilihan masyarakat terutama pada saat mudik Lebaran. Diharapkannya, di sejumlah SPBU yang sudah cukup mumpuni menyediakan Premium bisa secepatnya dipasok. “H-7 Insya Allah sudah ada,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, Pertamina menyiapkan sebanyak 16 mobil dispenser Premium dari Cikampek hingga Jawa Timur.

Diketahui, menjelang arus puncak mudik Idul Fitri, BPH Migas meminta PT Pertamina menyediakan tambahan pasokan premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Sebelum puncak arus mudik, setidaknya ada tambahan 571 SPBU yang menjual Premium di wilayah Jamali.

Sementara itu, Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk menambah pasokan Premium di 571 SPBU. Upaya ini sesuai yang ditugaskan oleh pemerintah.

Dengan adanya tambahan 571 SPBU, akan ada sebanyak 2.090 SPBU Pertamina di Jawa, Madura, dan Bali yang akan menjual Premium.

Sebagai catatan, dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Repubik Indonesia No. 1851 K/15/MEM/2018 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Bali, BPH Migas telah melaksanakan Sidang Komite pada 30 Mei 2018 untuk menetapkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 18/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2018 tentang Alokasi Volume Penugasan dan Penyalur PT Pertamina (Persero) untuk Melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Tahun 2018 di Seluruh Wilayah Indonesia.

Keputusan ini mencabut Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 41/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2017 tentang Alokasi Volume Penugasan dan Penyalur PT Pertamina (Persero) untuk Melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Tahun 2018 yang telah ditetapkan sebelumnya pada tanggal 19 Desember 2017 (sebelumnya ditetapkan bahwa Alokasi Volume Penugasan PT Pertamina (Persero) sebesar 7.500.000 KL (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Kiloliter) dengan Wilayah Penugasan di luar wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali.

Dalam Keputusan ini ditetapkan Alokasi Volume Penugasan PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan penyediaan dan pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Tahun 2018 di seluruh Wilayah Indonesia untuk Jenis Minyak Bensin (Gasoline) RON Minimum 88 adalah sebesar 11.800.000 KL (Sebelas Juta Delapan Ratus Ribu Kiloliter).

Alokasi Volume Penugasan tersebut merupakan Alokasi Volume Penugasan
di luar wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali selama 1 (satu) tahun terhitung mulai 1 Januari 2018 ditambah Alokasi Volume Penugasan di wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali yang dihitung sejak Keputusan ini ditetapkan. Kemudian untuk penyalur yang menyalurkan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan di Pulau Jawa, Madura dan Bali sebanyak 2090 penyalur terdiri dari 1519 penyalur yang sudah menyalurkan Premium sebelumnya ditambah 571 penyalur baru yang akan menyalurkan Premium. BPH Migas meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan penyalur yang menyalurkan Premium lokasinya terletak di jalur tol, jalur angkot, pusat keramaian/jalur utama dan yang membutuhkan Premium RON 88. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*