Kurangi Impor LPG, ESDM Rencanakan Gasifikasi Batubara

32800
IRESS Desak Pembentukan UU Minerba Baru Harus Ditunda
Foto: tirto.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong gasifikasi batubara untuk kebutuhan energi dalam negeri. Hal menjadi upaya untuk menekan impor Liquefied Natural Gas (LPG).

Diketahui dari total konsumsi nasional atas LPG sebesar 6,7 juta ton, 5 juta ton di antaranya merupakan LPG impor. Dengan demikian, konversi batubara menjadi gas menjadi salah satu solusi untuk energi alternatif menggantikan LPG.

“Kita impor LPG kalau bisa diubah.  Kalau bisa hilang impornya, jadi perusahaan batubara tidak hanya gali-jual. Yang harus didorong semua perusahaan tambang mendorong coal to liquid, coal to gas,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (30/5).

Pihaknya, lanjut Jonan, telah mendorong Pertamina untuk bekerja sama dengan perusahaan batubara, untuk menerapkan gasifikasi batubara. Dia pun siap mempermudah perizinan jika ada investor yang minat meningkatkan nilai tambah batubara tersebut.

“Kami mendorong Pertamina kalau mau bekerja sama dengan perusahaan batubara membuat coal to gas, kalau mau coal to gas, kalau izin si surat selembar saja saya tanda tangan,” katanya.

Kementerian ESDM melalui Badan Litbang ESDM mengaplikasikan dan mengusahakan clean coal technology dengan konsep coal to gas, dengan produk Teknologi Gasifikasi Mini Batubara, teknologi gasifikasi untuk pembangkit listrik skala kecil (1MW) dan teknologi Underground Coal Gasification, serta pengembangan konversi batubara ke gas antara lain untuk Dimetyl Ether (DME). (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*