Pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi Picu Turunnya Harga Minyak

32100
Pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi Picu Turunnya Harga Minyak
Foto : bisnis.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi, Khalid Al-Falih, pada hari Jumat (25/5/2018) dalam satu diskusi yang digelar CNN di St Petersburg, Rusia, ternyata berpengaruh pada turunnya harga minyak di pasar dunia.

Al-Falih menyatakan bahwa ia tengah menjalani diskusi intensif dengan Rusia dan beberapa negara Organization of the Petroleoum Exporting Countries (OPEC) lainnya untuk meningkatkan suplai minyak global.

“Merupakan keinginan semua produsen untuk memastikan bahwa pasar minyak tetap sehat, dan jika itu berarti (harus) menyesuaikan kebijakan kami pada bulan Juni, (maka) kami tentu siap untuk melakukannya,” kata Al-Falih. Dia menilai peningkatan suplai boleh jadi diperlukan guna menutupi kekurangan akibat kolapsnya Venezuela dan potensi dampak sanksi AS terhadap Iran.

Sementara itu OPEC dan Rusia dijadwalkan akan melakukan rapat di Wina pada 22 Juni mendatang untuk mendiskusikan pembatasan output yang membuat negara-negara tersebut menerapkan kuota secara sukarela sejak awal 2017. Sebelumnya, Al-Falih mensinyalkan kesiapan untuk memperpanjang pembatasan output hingga 2019. Namun, kini ia berbalik haluan.

“Impresi pelonggaran kuota itu saja sudah cukup untuk membatasi kenaikan harga (minyak),” kata Hussein Sayed, pimpinan strategi pasar di FXTM, sebagaimana dikutip oleh CNN, “Mulai dari sekarang hingga pertemuan (Juni), komentar yang beredar akan terus menggerakkan harga.”

Selain itu, berlanjutnya kenaikan produksi minyak AS turut menekan harga minyak. Akhir pekan lalu, Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah oil drilling rigs di negeri Paman Sam meningkat dari 844 ke 859 dalam sepekan. Data Baker Hughes merupakan proxy indikator aktivitas pengeboran minyak AS, dengan peningkatan rig count menandakan meningginya laju produksi.

Harga minyak naik tipis setelah turun dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Rabu (30/5/2018) pukul 7.31 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2018 di New York Mercantile Exchange naik 0,16% ke US$ 66,84 per barel.

Kemarin, harga minyak turun 1,69%. Penurunan ini mempertajam penurunan hari-hari sebelumnya. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga minyak merosot 7,77% dari level tertinggi sepanjang tahun 2018.

Sedikit berbeda dengan pergerakan minyak WTI, harga minyak brent untuk pengiriman Juli 2018 di ICE Futures hari ini justru melemah 0,13% ke level US$ 75,29 per barel daripada posisi kemarin pada US$ 75,39 per barel. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*