Direktur Hulu Pertamina: Blok Mahakam Masih Prospektif

41700
Direktur Hulu Pertamina: Blok Mahakam Masih Prospektif

JAKARTA (INDOPETRO)- Pada saat discovery satu blok minyak dan gas bumi (migas) mulai berkurang dan tidak ada temuan baru lagi maka dipastikan produksinya akan decline. Begitupun Blok Mahakam, yang kini dikelola PT Pertamina setelah 50 tahun berada dibawah PT Total E&P Indonesie (TEPI).

Decline itu keniscayaan. Tapi jauh lebih penting, apakah Blok Mahakam masih prospektif,” tanya Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam pada sejumlah media, Senin (28/5/2018) di Jakarta. Untuk melihat apakah masih prospektif atau tidak dapat dilihat dari seberapa besar remaining reserve-nya.

“Cadangan yang masih bisa dihitung itu berapa? Kalau kita tahu bahwa cadangannya masih sekian maka kalau kita melakukan investasi dengan benar, melakukan kegiatan dengan benar, mengeluarkan uang sekian maka kita akan mengambil produksi sekian banyak, harga jualnya sekian dan masih komersial atau untung,” papar Syamsu. Hitung-hitungan seperti itu masih dipakai. Jadi Blok Mahakam masih prospektif

Inilah, lanjut Syamsu, tantangan yang harus dihadapi oleh Pertamina Hulu Indonesia. Bagaimana mencari titik-titik sumur baru lagi yang nantinya produksinya menjadi lebih baik.

Walaupun demikian, kata Syamsu, pihaknya bertekad untuk tetap mempertahankan produksi migas Blok Mahakam dengan mengembangkan Lapangan Tunu Shallow Phase 4, Handil Phase 5, dan Tambora Phase 5.

Sebagai catatan, kontrak kerja sama Blok Mahakam ditandatangani TEPI dan Inpex pada 6 Oktober 1966 untuk jangka waktu 30 tahun. TEPI memperoleh partisipasi dari Inpex pada akhir 1970 dan ditentukan sebagai operator.

Pada 1991, TEPI memeroleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun sampai 30 Maret 2017. Kontrak Mahakam mengalami tambahan waktu selama 9 bulan hingga 31 Desember 2017.

Penambahan ini disebabkan karena kontrak penjualan gas alam cair Liquefied Natural Gas (LNG) diperpanjang hingga 31 Desember 2017.

Sebelum Blok Mahakam berakhir, Mitra Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam telah menyelesaikan seluruh komitmen finansial mulai dari bonus tandatangan sampai dengan pencadangan dana abandonment and site restoration (ASR).

TEPI juga telah mengembalikan data geologi dan geofisika (G&G), serta data non G&G secara bertahap dari 2015 sampai 2017.

Selain itu, TEPI telah berkomitmen untuk menyelesaikan hak dan kewajiban yang belum dapat diselesaikan pada akhir kontrak.

Lebih jauh Syamsu juga mengemukakan tentang upayanya menaikkan produksi migas. Diantaranya adalah menaikkan produksi Lapangan Banyu Urip; menurunkan decline rate dengan membor 108 sumur, well services, termasuk program reaktivasi lapangan; serta optimalisasi operasi panas bumi Ulubelu, Kamojang, dan Lahendong.

Sedangkan, proyek-proyek hulu yang menjadi program prioritas pada 2018 antara lain panas bumi Karaha dan Lumut Balai; gas Jambaran Tiung Biru; dan pengembangan proyek PIEP PLN Phase IV untuk menambah produksi migas dari internasional. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*