Berhasil Terbitkan Global Bond 2019, PLN Terbukti Masih Laku Peminat

6700
Berhasil Terbitkan Global Bond 2019, PLN Terbukti Masih Laku Peminat
foto : jobs-like.com

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil menerbitkan Global Bond (Obligasi Global) senilai US$2 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan secara resmi pada 15 Mei 2018 (waktu New York), atau 16 Mei 2018 (waktu Jakarta).

Keberhasilan PLN ini membuktikan bahwa surat utang perseroan ini tetap diminati oleh qualified investors meskipun di tengah gejolak pasar global saat ini, sehingga order book mengalami oversubscribe sekitar 3,65 kali.

Obligasi Global tersebut diterbitkan dalam 2 tenor yaitu senilai US$1 miliar dengan tenor 10 tahun dan senilai US$1 miliar dengan tenor 30 tahun, serta dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 5.45% dan 6.15%.

“Tujuan penerbitan Global Bond kali ini adalah untuk proses liability management dan sekaligus debt reprofiling,” kata Kepala Satuan Komunikasi Koporat PLN, I Made Suprateka, melalui pernyataan resmi, Kamis (24/5/2018).

Uang yang didapat dari penerbitan sebesar US$2 miliar tersebut digunakan untuk membeli kembali (buy back) atau melunasi secara dini beberapa Global Bond PLN yang telah ada (penerbitan tahun 2007 dan 2009 yang sedianya akan jatuh tempo pada Agustus 2019, Januari 2020 dan Juni 2037). Obligasi Global yang telah ada tersebut, dulu diterbitkan dengan tingkat bunga yang mahal yaitu masing-masing sebesar 8%, 7.75%, dan 7.875%.

Proses penerbitan Global Bond PLN dan pembelian kembali sebagian Global Bond lama tersebut, dilakukan secara simultan sehingga praktis tidak ada uang yang keluar dari kas PLN. Selain tidak mengeluarkan uang kas pada aksi korporasi kali ini, PLN sekaligus akan mendapatkan minimal dua manfaat yaitu:
1. Manajemen likuiditas (mengurangi refinancing risk) pada pertengahan tahun 2019 dan awal 2020, karena kewajiban pelunasan jatuh tempo sebesar USD750 juta (Global Bond due 2019) dan sebesar USD1,25 miliar (Global Bond due 2020) hampir seluruhnya sudah tidak ada, dan diganti dengan Global Bond baru yang baru akan jatuh tempo pada tahun 2028 dan 2048.
2. Penghematan biaya bunga berjalan, karena obligasi lama dengan tingkat bunga 8%, 7.75%, dan 7.875% diganti dengan obligasi baru dengan tingkat bunga 5.45% dan 6.15%.

Selain itu, dengan aksi korporasi PLN kali ini juga sekaligus mengurangi risiko adanya tingkat bunga yang lebih mahal di masa yang akan datang karena sudah hampir pasti bahwa Fed Fund Rate akan terus dinaikan pada tahun 2018 dan 2019.

Proses settlement transaksi tersebut di atas telah terjadi pada 21 Mei 2018 dan Global Bond PLN pun sudah terdaftar di Singapore Stock Exchange (SGX). (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*