ICP Miliki Peran Penting Dalam Tentukan Postur APBN

32800
ICP Miliki Peran Penting Dalam Tentukan Postur APBN

JAKARTA (INDOPETRO)- Pemerintah melakukan review formula  harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). Tujuannya, mengoptimalkan penerimaan negara, mengefisienkan subsidi energi serta mendukung upaya peningkatan produksi minyak nasional yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto menyatakan,  ICP sebagai salah satu asumsi makro pada APBN memiliki peranan yang sangat penting dalam postur APBN. ICP mempengaruhi tinggi rendahnya penerimaan dari minyak dan gas bumi dan juga mempengaruhi pola anggaran belanja kementerian/lembaga pemerintah. Terlebih lagi anggaran subsidi energi yang akan berpengaruh terhadap angka pertumbuhan ekonomi.

“Selain itu, ICP dapat menjadi parameter dalam menentukan besar kecilnya penerimaan negara dari migas, acuan harga dalam penjualan migas bagian negara, perhitungan cost recovery migas, DMO fee, penghitungan dasar perhitungan harga LNG pada beberapa kontrak penjualan LNG  dan parameter finansial lainnya dalam PSC,” kata Djoko, Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Mengingat peran ICP sangat penting, pemerintah membentuk Tim Harga yang bertugas  memonitor dan menjamin keakuratan penetapan nilai dari minyak mentah Indonesia.

Agar ICP dapat tetap optimal dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang transparan, kompetitif, stabil dan tetap dapat merefleksikan harga pasar, lanjut Dirjen Migas, sedikitnya sekali setahun, Tim Harga melakukan evaluasi atas formula harga minyak mentah Indonesia. Evaluasi ini  didasarkan pada assesment publikasi Internasional atas minyak mentah Indonesia (Platts dan RIM) untuk Formula ICP Benchmark, pembobotan assessment publikasi dalam  formula agar ICP dapat tetap merefleksikan harga pasar dalam Perubahan Formula ICP Benchmark dan karakteristik, ketersediaan infrastruktur dan tingkat penyerapan pasarnya untuk formula ICP lainnya.

Formula ICP untuk minyak mentah benchmark saat ini yaitu Dated Brent + alpha, akan berakhir masa berlakunya tanggal 30 Juni 2018. Formula ini telah ditetapkan sejak 2016.

Terkait dengan evaluasi formula ICP ini, kata Djoko, diperlukan pandangan-pandangan dari berbagai pihak sebagai salah satu proses dalam peninjauan kinerja formula harga minyak mentah Indonesia. “Diharapkan masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan formula ICP di masa mendatang,” kata Djoko. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*