Total Ancam Tarik Investasi Migas dari Iran

6400
Total Ancam Tarik Investasi Migas dari Iran
Foto : wsj.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Total raksasa migas Prancis, mengancam akan menarik diri dari investasi ladang minyak yang dijanjikannya di Iran, apabila tidak mendapatkan perlindungan dari kemungkinan penalti yang akan diberikan oleh Amerika Serikat (AS).

“Total tidak akan melanjutkan proyek SP11 (South Pars 11) dan akan melepas semua operasional terkait sebelum 4 November 2018, kecuali bila Total diberikan kelonggaran spesifik bagi proyek ini oleh otoritas AS dengan dukungan otoritas Prancis dan Eropa,” demikian pernyataan Total, yang dilansir Reuters, Jumat (18/5/2018)

Pernyataan Total tersebut dapat dimaknai sebagai tuntutan agar pihak Eropa mengambil langkah nyata, setelah pada akhir pekan lalu menyiratkan sikap menentang keputusan AS untuk menerapkan sanksi atas Iran. Di sisi lain, Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, menanggapinya dengan ringan.

Total telah mengatakan jika mereka tak mendapatkan pengecualian dari Amerika Serikat untuk melanjutkan pekerjaannya, maka mereka akan menarik diri dari kesepakatan (proyek). Jika itu terjadi, maka perusahaan China CNPC akan menggantikan Total,” kata Zanganeh.

Sementara itu, ancaman Total untuk menarik diri dari proyek migas Iran dianggap signifikan oleh banyak pihak. Hal itu menunjukkan bahwa mangkirnya AS dapat berakibat pada bubarnya keseluruhan perjanjian pada 2015 yang telah mengijinkan Iran untuk kembali mengekspor minyak ke pasar internasional. Selain itu, jika Total mundur, maka perusahaan-perusahaan lain akan enggan untuk berinvestasi di Iran, sehingga melumpuhkan harapan Presiden Hassan Rouhani untuk menggairahkan kembali perekonomiannya. Namun di sisi lain, China kemungkinan justru gembira menyaksikan perkembangan ini.

Negara-negara anggota OPEC lainnya, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, telah mengatakan bisa mengisi kekosongan pasokan yang akan timbul jika Iran kena sanksi. Namun, analis Goldman Sachs memperkirakan mereka takkan melakukannya secara proaktif, karena OPEC masih berargumen pasar belum seimbang. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*