ESDM Putuskan Lanjutkan Kontrak Trader Bertingkat

13700
ESDM Putuskan Lanjutkan Kontrak Trader Bertingkat
Foto : istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 6 Tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi . Hal ini dikarenakan kementerian memutuskan mengizinkan trader bertingkat yang memiliki infrastruktur tetap beroperasi sampai kontrak alokasi gasnya habis, sedangkan yang tidak memiliki infrastruktur izinnya langsung dicabut.

“Para trader bertingkat di 10 kasus kemarin sudah menandatangani persetujuan kalau trader bertingkat sudah tidak ada lagi. Nantinya, proses pengalihan gas akan dilakukan sesuai dengan ketentuan, itu membutuhkan waktu,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Namun, pada kasus trader bertingkat itu, beberapa perusahaan sudah memiliki fasilitas infrastrukturnya. Jadi, Kementerian ESDM masih memberikan ruang kepada trader yang memiliki infrastruktur untuk beroperasi sampai kontrak selesai.

Arcandra menerangkan sesuai dengan kesepakatan, sudah ditentukan siapa yang ada di hulu, tengah, dan hilir. Namun, ada juga dalam satu kasus trader bertingkat, beberapa trader sudah memiliki fasilitas.

“Bagi mereka yang memiliki infrastruktur masih kami kasih. Nantinya, masalah alokasi gas dan sebagainya, mereka akan melakukan Business-to-Business (B2B) sendiri saja dan tidak ada Permen yang diubah,” tuturnya. Adapun trader bertingkat yang tidak memiliki infrastruktur akan dicabut izin usahanya.

Pasal 34 Permen ESDM 6/2016 memang menuliskan bahwa persetujuan alokasi dan harga gas bumi yang telah disetujui sebelum aturan itu terbit tetap berlaku sampai kontrak selesai.

Lalu, pada pasal 35 disebutkan badan usaha niaga gas bumi yang telah memiliki alokasi gas bumi, tapi tidak melakukan penjualan kepada pengguna akhir sebelum aturan terbit tetap dapat melaksanakan kegiatan usahanya sampai kontrak selesai.

Arcandra pun mengungkapkan solusi penyelesaian trader bertingkat pada 10 kasus itu berbeda-beda setiap perusahaannya. Namun, dia tidak merinci solusi perusahaan trader bertingkat tersebut.

Secara keseluruhan, 10 kasus trader bertingkat gas bumi yang terjadi mayoritas di kawasan Jawa Barat dan Jawa Timur itu terdiri dari sekitar 21 perusahaan trader. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*