Illegal Mining Tidak Bisa Dihapus

3600
Illegal Mining Tidak Bisa Dihapus

JAKARTA (INDOPETRO)- Persoalan illegal mining tidak bisa dihapus sama sekali di Tanah Air. Bagaimana mengatasinya? “Yang bisa dilakukan adalah mengaturnya seperti plasma,” kata Adi Maryono, ahli Geologi, dalam diskusi bertajuk Sejarah dan Manfaat Investasi Asing di Sektor Pertambangan, Selasa (15/5/2018) di Jakarta.

Justru, lanjut Adi, seharusnya illegal mining dicarikan tempat sehingga kemudian bisa dilegalkan. “Kalau perlu produknya bisa ditampung oleh pemerintah. Illegal mining tidak bisa dihapuskan tetapi dimanaje,” katanya.

Kendati demikian, diakui pula bahwa keberadaan tambang ilegal di sejumlah daerah hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat terselesaikan.

Potensi kerugian negara dari aktivitas pertambangan illegal atau pertambangan tanpa izin (PETI) ini sangat besar, yakni hingga bisa mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun.

Sebelumnya, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) juga mendorong untuk ikut mencarikan jalan keluar dari masalah pertambangan ilegal ini. Lembaga non struktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Joko Widodo ini akan berupaya merumuskan solusi terhadap keberadaan tambang illegal sehingga bisa berkontribusi mendorong perekonomian nasional di masa mendatang.

Menurut Zulnahar Usman, Anggota KEIN sekaligus Ketua Kelompok Kerja Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) KEIN, perlu tekad yang kuat dan keberanian yang ekstra dari Pemerintah dalam upaya penertiban PETI. Apalagi, kegiatan tambang ilegal ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam serta melibatkan masyarakat banyak.

“Semoga di era Pak Presiden Jokowi ini, permasalahan tambang ilegal dapat kita benahi, karena ini terkait dengan kemakmuran rakyat. Kalau PETI dikelola secara benar, kita bisa meminimalkan potensi kerugian negara yang besarnya mencapai puluhan triliun. Yaitu, dengan meningkatkan pertambangan ilegal ini menjadi tambang legal,” kata Zulnahar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*