Ini Dia Jeroan Kesepakatan Nuklir Iran

36400
RPBN 2019 Dipaparkan Menteri ESDM di Raker Komisi 7 DPR

JAKARTA (INDOPETRO)- Pada 16 Januari 2016, IAEA atau Badan Tenaga Atom Internasional, yang telah memverifikasi Iran yang telah mematuhi isi perjanjian. Kemudian pada Februari tahun ini, IAEA kembali membenarkan Iran tidak melanggar isi kesepakatan.

Pada 14 Juli 2015 di Ibu Kota Wina (Austria), Iran telah menandatangani JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Jerman untuk mengakhiri program senjata nuklirnya.

Namun kesepakatan ini tidak mencakup soal program peluru kendali balistik Iran yang juga dikenai sanksi oleh Amerika dan negara-negara lainnya.

Pada 16 Januari 2016, IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) telah memverifikasi Iran sudah mematuhi isi perjanjian. Kemudian pada Februari tahun ini, IAEA kembali membenarkan Iran tidak melanggar isi kesepakatan.

Sesuai Perjanjian Wina itu, seluruh sanksi Amerika dan Uni Eropa serta sebagian besar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas Iran bakal dicabut. Namun embargo PBB mengenai penjualan senjata konvensional dan peluru kendali balistik ke Iran akan tetap berlaku hingga 2020 dan 2023.

Dalam kesepakatan ini, Iran setuju mengurangi jumlah uranium telah dikayakan dari 19 ribu menjadi 5.060 dalam satu dasawarsa. Teheran mengizinkan IAEA memeriksa tambang uranium, fasilitas pengayaan, tempat penyimpanan, dan bengkel sentrifugal dalam 25 tahun ke depan.

Iran juga sepakat untuk menurunkan cadangan uranium telah dikayakan dari 10 ribu kilogram menjadi tiga ribu kilogram untuk 15 tahun mendatang. Iran juga akan mengubah fasilitas-fasilitas nuklirnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*