Empat Izin, Dua Rekomendasi dan Satu Laporan Hilir Migas via Online

17200
Empat Izin, Dua Rekomendasi dan Satu Laporan Hilir Migas via Online
Foto: majalah tambang

JAKARTA (INDOPETRO)- Guna meningkatkan iklim investasi minyak dan gas bumi (Migas) agar lebih kondusif, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM mengimplementasikan sistem perizinan dan pelaporan kegiatan usaha hilir migas secara online. Sistem perizinan dan pelaporan online telah diterapkan sejak awal 2018 ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah, serta meningkatkan kualitas pelayanan penerbitan Izin Usaha Kegiatan Hilir migas.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Yuli Rachwati, mengadakan sosialisasi terkait sistem perizinan online dimaksud kepada para direktur Badan Usaha (BU) hilir migas, pada Rabu (9/5/2018) di Jakarta.

“Sejak awal tahun 2018, telah dilakukan softlaunching Sistem Aplikasi Pelayanan Perizinan dan Pelaporan Online Kegiatan Usaha Hilir Migas. BU yang ingin mengajukan permohonan Izin Usaha dan rekomendasi Ekspor-Impor Migas melalui aplikasi tersebut. Sosialisasi ini dilakukan agar BU yang masih mengalami kesulitan/kendala dapat lebih mengerti/memahami keseluruhan prosesnya dengan jelas,” kata Yuli dalam keterangan persnya pada wartawan, Jumat (11/5/2018) di Jakarta.

Jenis izin usaha dan rekomendasi hilir migas yang dapat dilakukan melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Perizinan dan Pelaporan Online Kegiatan Usaha Hilir Migas ini terdiri dari :
1. Izin-izin usaha pengolahan migas;
2. Izin-izin usaha penyimpanan migas;
3. Izin-izin usaha pengangkutan migas;
4. Izin-izin usaha niaga migas;
5. Rekomendasi pengolahan migas;
6. Rekomendasi niaga migas;
7. Pelaporan kegiatan usaha hilir migas.

Sejak diimplementasikannya sistem aplikasi perizinan dan pelaporan online tersebut, Ditjen Migas telah menerbitkan 351 buah Izin Usaha/Penyesuaian Izin Usaha dan 17 buah Rekomendasi Ekspor-Impor Migas.

Adanya menu pelaporan kegiatan usaha migas di sistem aplikasi online ini dikarenakan kepatuhan BU dalam melaporkan kegiatan usahanya secara rutin masih rendah. Sistem aplikasi online ini diharapkan dapat mempermudah BU untuk dapat menyampaikan laporan secara rutin kepada Ditjen Migas, mengingat hal tersebut adalah kewajiban bagi pemegang Izin Usaha hilir migas.

“Selama ini prosentase BU yang melaporkan secara rutin masih sangat rendah, masih sekitar 30 persen. Laporan itu penting, apabila laporan belum dilaksanakan secara rutin, maka Ditjen Migas tidak akan memproses lebih lanjut permohonan Izin Usaha dan/atau rekomendasi dari Badan Usaha Hilir Migas yang bersangkutan,” jelas Yuli. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*