Brent Naik Lagi ke US$76,74, Tertinggi Sejak November 2014

9900
Masyarakat Sipil Desak Penanganan Pengeboran Ilegal Sumur Tua Dilakukan Komprehensif
Foto: istimewa

SINGAPURA (INDOPETRO)- Harga minyak brent naik menjadi US$76,74 per barel di Asia, level tertinggi sejak November 2014. Hal ini dikarenakan antisipasi investor atas pengetatan signifikan dari pasar minyak pada paruh kedua tahun ini, terkait isu dibatalkannya kesepakatan nuklir Iran.

Presiden AS Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran yang disepakati pada akhir 2015 dan berencana menerapkan kembali sanksi terhadap pengekspor minyak mentah terbesar ketiga OPEC.

Keputusan ini mungkin akan menghasilkan penurunan ekspor Iran ke Eropa dan Asia dan mempercepat pengetatan pasar minyak.

Iran sebelumnya telah muncul kembali sebagai pengekspor minyak setelah sanksi dicabut sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran. Akibatnya, Amerika pun menjadi referensi harga minyak mentah dunia, dimana harga bisa naik jika laporan mingguan pemerintah AS menunjukkan penurunan inventaris.

“Minyak Brent bisa naik ke kisaran US$76,90- US$77,79”, kata Analis Pasar Komoditas dan Teknis Energi Reuters, Wang Tao, Singapura, Selasa (8/5/2018). (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*