ESDM akan Teken Kontrak Perpanjangan Blok Migas Terminasi Pekan Ini

49000
ESDM Minta OJK Biayai 46 Proyek EBT yang Mangkrak
katadata.co.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan ter and condition dan pihak yang ditunjuk sebagai pengelola empat wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) pada 2019. Diperkirakan akan rampung pekan ini.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan pihaknya sedang fokus membahas perpanjangan WK terminasi. Keempat wilayah yang sedang disiapkan antaranya adalah Pendopo dan Raja, Bula, Seram nonBula, dan Jambi Merang.

“Proses kontrak baru untuk wilayah kerja terminasi ini harus cepat,” kata Arcandra di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas ESDM, Ediar Usman mengatakan operator eksis akan diprioritaskan untuk pengelolaan blok terminasi tahun depan, sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Menteri ESDM.

“Semua itu diprioritaskan kepada operator eksis terlebih dulu,” ujarnya.

Operator eksis 4 wilayah kerja itu antara lain, Pendopo dan Raja dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) PT Pertamina (Persero) dengan Golden Spike Energy Indonesia dengan kepemilikan masing-masing 50% di luar Participating Interest (PI) daerah.

Lalu, Bula dikelola oleh Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. Sedangkan Seram non-Bula dikelola oleh konsorsium CITIC Seram Energy Limited yang terdiri dari CITIC Resources, KUFPEC, Gulf Petroleum, dan Lion Energy.

Terakhir, Jambi Merang dikelola oleh Talisman, sedangkan PI dimiliki oleh Pertamina dan Pacific Oil and Gas.

Ediar mengatakan, ketentuan dan pengelolaan 4 blok terminasi itu akan tertuang dalam surat keputusan (SK) menteri ESDM.

“Setelah penetapan T&C dan pengelola selesai, nanti diberikan kepada SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi). Setelah itu, SKK Migas bakal memanggil operator eksis untuk menanyakan kesiapan, kalau sanggup bakal lanjut,” katanya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*