PM Israel Ungkap Dokumen Nuklir Iran

8600
Ini Dia Jeroan Kesepakatan Nuklir Iran

JAKARTA (INDOPETRO)- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengungkap sejumlah dokumen yang (konon) membuktikan bahwa Iran tetap mengembangkan senjata nuklir setelah menandatangani perjanjian pada 2015. Namun, negosiator perjanjian nuklir Iran 2015 menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang ditunjukkan Netanyahu merupakan dokumen lama yang telah mereka ketahui saat perundingan dilakukan.

Para pakar menilai, pernyataan Netanyahu sengaja dirilis untuk memberikan alasan bagi Presiden Trump agar menarik Amerila Serikat (AS) dari perjanjian nuklir Iran pada 2015 saat evaluasi ulang pada pekan depan.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dengan menuding, “Presiden Trump berupaya menggunakan lagi tuduhan lama yang sudah diklarifikasi IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk ‘menghentikan’ kesepakatan.”

Kesepakatan nuklir Iran yang disetujui oleh Presiden AS Barack Obama pada 2015 merangkum sejumlah konsesi antara Iran dan negara-negara lainnya (AS, China, Prancis, Jerman, dan Rusia). Pokok utamanya, Iran setuju mengurangi aktivitas nuklir dan mengijinkan inspeksi dari lembaga internasional atas fasilitas nukir yang dimilikinya, sedangkan AS dan negara-negara lainnya sepakat mencabut sanksi ekonomi. Dalam hal ini, Presiden AS harus melakukan verifikasi bahwa Iran telah melaksanakan semua persyaratan dalam kesepakatan tersebut secara periodik.

Sebelumnya, Trump sudah berulangkali menyatakan ketidaksukaannya terkait kesepakatan ini. Sejak pelantikannya menggantikan Obama sebagai Presiden AS, ia telah beberapa kali memberikan verifikasi dengan kurang senang hati, karena dibujuk oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Namun, beberapa waktu lalu Tillerson telah dipecat dan digantikan oleh Mike Pompeo yang berpandangan sealiran dengan Trump. Kebetulan, presentasi Netanyahu kali ini dilakukan tepat beberapa hari setelah ia berjumpa dengan Pompeo. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*