Migas Tetap Jadi Kebutuhan Utama

34000
Jokowi: Diperlukan Perubahan di Budaya Bisnis Migas
istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- Industri minyak dan gas bumi (migas) masih tetap akan dibutuhkan pada masa mendatang walaupun ada pergeseran ke arah pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Demikian salah satu poin yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan acara Konvensi dan Pameran IPA ke 42 tahun 2018 di Jakarta.

“Migas tetap akan dibutuhkan,” kata Jokowi dihadapan peserta IPA Convex 2018, Rabu (2/5/2018) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat.

Presiden menyatakan gar berhati-hati terhadap perubahan di dunia yang mulai meninggalkan energi berbasis fosil, terutama migas.

“Saat ini tengah terjadi revolusi di energi terbarukan yang akan mengurangi permintaan migas dunia di tahun-tahun mendatang. Hadirnya kendaraan listrik jadi contoh bahwa akan terjadi pengurangan pemanfaatan bahan bakar berbasis fosil,” katanya.

Dia menyatakan bahwa di Shenzen, Cina akhir 2017, sebanyak 100% dari 16.300 bus kota dan angkutan publiknya telah beralih ke bus listrik.

Diketahui, tema yang diusung IPA Convex kali ini adalah Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness. “Ini mempertimbangkan kondisi hulu migas Indonesia yang mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan minyak baru,” kata President Indonesian Petroleum Association (IPA) Ronald Gunawan. IPA Convex akan berlangsung dari tanggal 2 – 4 Mei 2018 di JCC, Jakarta Pusat. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*