IPA Convex 2019 Kali Pertama Dibuka Presiden Jokowi

71400
Jokowi: Diperlukan Perubahan di Budaya Bisnis Migas
istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- Untuk kali pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Konvensi dan Pameran IPA ke 42 tahun 2018. Apa keuntungan kehadiran orang nomor satu di Tanah Air bagi pengembangan industri migas?

“Saya senang sekali kehadiran Presiden. Ini juga sinyal positif bagi industri migas,” kata Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Ronald Gunawan pada sejumlah media, Rabu (2/5/2018) di Jakarta.

Tema yang diusung IPA Convex kali ini adalah Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness. “Ini mempertimbangkan kondisi hulu migas Indonesia yang mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan minyak baru,” kata Ronald.

Walaupun demikiam Ronald tidak menampik ada sejumlah regulasi yang telah dipangkas agar dapat mendorong investasi hulu migas.

“Dalam beberapa bulan terakhir arahnya positif. Misalnya PoD yang semula membutuhkan waktu hingga 1 tahun, saat ini bisa dituntaskan dalam beberapa bulan saja,” katanya. Harapannya, pemangkasan regulasi makin meningkatkan investasi.

Dia juga berharap ada integrasi regulasi dengan Pemda. Selama ini, katanya, masih ada kesulitan pembebasan lahan untuk drilling.

Lebih jauh Ronald mengutarakan bahwa dalam IPA Convex juga menghadirkan tokoh-tokoh lokal daerah sekitar operasi migas. “Hal ini dilakukan agar mereka juga merasa memiliki industri migas di daerahnya,” katanya. Disamping itu ada keberlanjutan ekonomi setelah industri migas di daerah tersebut berakhir.

Sementara itu, Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan bahwa lembaganya terus berusaha untuk meningkatkan investasi hulu migas memotong proses bisnis dan melakukan beberapa revisi regulasi.

“Ke depan ada juga Perpres 36 2018 soal soal komisi pengawas SKK Migas,” kata Amien seraya menambahkan bahwa nilai investasi hulu migas hingga akhir Maret 2018 mencapai USD 2,4 milyar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*