Total Produksi Minyak Chevron Capai 2,6 Miliar Barel

11300
Total Produksi Minyak Chevron Capai 2,6 Miliar Barel

JAKARTA (INDOPETRO)- Pada tahun 2018 lapangan minyak dan gas (migas) Duri yang terletak di Pekanbaru Riau memasuki tahun ke 77. Lapangan Duri menjadi tulang punggung produksi migas nasional

Menurut Senior Vice President Policy, Government, and Public Affairs Chevron Indonesia Yanto Sianipar, lapangan Duri yang kali pertama ditemukan pada tahun 1941 termasuk satu blok terbesar di dunia. “Pada tahun 1958 mulai berproduksi (primer),” kata Yanto kepada sejumlah media, Senin (30/4/2018) di Jakarta. Pada tahun 1965 produksinya mencapai sebesar 65.000 barel per hari.

Dia juga mengemukakan bahwa lapangan Duri pada tahun 1985 telah menggunakan steamflood (teknologi injeksi uap). “Pada tahun 1994 Duri memproduksi minyak sebesar 300.000 barel per hari,” ungkap Yanto. Total produksinya hingga saat ini telah mencapai 2,6 miliar barel.

“Kami terus mengimplementasikan proyek-proyek yang dirancang untuk menunjang kesinambungan produksi, peningkatan perolehan minyak dan keandalan sumber cadangan yang ada. Proyek pengembangan injeksi uap Area 13 Lapangan Duri telah diselesaikan pada tahun 2015 dengan mulai berproduksinya semua sumur dan tuntasnya tahap injeksi,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengoptimalkan program injeksi air (waterflood) di Lapangan Minas. Pada tahun 2015, Chevron melanjutkan proyek percontohan yang menggunakan proses injeksi kimia untuk meningkatkan perolehan minyak mentah ringan di Lapangan Minas dan sekitarnya.

Lebih Yanto mengutarakan kendati Chevron terus memacu dan mengupayakan produksi tetapi tidak mengabaikan persoalan safety. “Kita tidak ingin kecolongan dalam soal safety atau keselamatan. Kita ingin setiap karyawan dapat pulang dengan selamat setiap hari,” ujarnya. Karena itu, sistem-sistem pengamanan selalu menjadi utama dalam kinerja perusahaan.

Salah satu contoh bahwa perusahaan sangat concern dengan aspek keselamatan adalah menyetir mobil sambil mengambil air minum saja sudah termasuk pelanggaran berat.

“Karena alih-alih kita mau meningkatkan produksi kalau di sisi lain aspek keselamatan diabaikan. Tentu konsentrasi peningkatan produksi jadi terganggu,” cetusnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*