Pertamina Tak Lagi Diprioritaskan Kelola Blok Terminasi

33600
Dirjen Migas Terbitkan SE Keselamatan Operasi Instalasi Migas Saat Ramadhan dan Idul Fitri
Foto : katadata.co.id

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Pertamina (Persero) tidak lagi menjadi prioritas pemerintah untuk mengelola blok minyak dan gas bumi (migas) terminasi. Prioritas akan dialihkan kepada kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) eksisting untuk lanjut mengelola blok migasnya yang sudah habis kontrak.

Hal itu tertuang dalam revisi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya. Sebagai gantinya, Sebagai gantinya adalah, Permen ESDM No 23/2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya.

Saat ini Permen baru tersebut sudah diteken Menteri ESDM dan dalam proses perundangan di Kementerian Hukum dan HAM.

“Sebentar lagi terbit,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Arcandra mengatakan revisi dilakukan setelah kementerian menerima masukan saat berkunjung ke beberapa perusahaan migas di luar negeri. Mereka merasa Indonesia akan melakukan nasionalisasi terhadap blok terminasi.

“Mereka katakan, kami sudah sekian tahun di sana (investasi di Indonesia) tiba-tiba dinasionalisasi,” katanya.

Arcandra menjelaskan, Permen yang baru akan memberikan prioritas pengelolaan blok migas terminasi ke operator eksisting setelah mereka terlebih dahulu mengajukan proposal dan membayar signature bonus yang sudah ditetapkan formulanya.

“Jangan ada lagi kesan kita menasionalisasi,” katanya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*