Indika Energy Gandeng Exxon Bangun Storage

33000
Indika Energy Gandeng Exxon Bangun Storage
istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk melalui anak usaha, PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE) telah melebarkan sayap usahanya ke pembangunan storage (penyimpanan produk bahan bakar) di Kalimantan Timur (Kaltim). Berapa nilai investasinya?

Storage ini nantinya akan disewakan selama periode tertentu kepada Exxon Mobil dalam jangka waktu 20 tahun dengan opsi dapat diperpanjang 10 tahun. Untuk membangun storage, pihak peusahaan telah menyiapkan dana investasi sebesar USD108 juta, dan akan dimulai pembangunannya pada semester kedua tahun ini.

“Diversifikasi resiko itu penting, seingga tidak hanya dari batubara saja,” kata Direktur Utama (Dirut) dan Chief Executive Officer (CEO) Indika Energy Arsjad Rasjid Arsjad dalam konferensi pers pada Kamis (26/4/2018) di Balai Kartini, Jakarta. Nilai pembangunan proyek itu, diestimasi mencapai US$ 108 juta, atau hampir Rp 1,5 triliun.

Arsjad Rasjid menyatakan, KGTE telah menandatangani perjanjian layanan fasilitas penyimpanan dengan Exxonmobil pada 12 April lalu. Dalam perjanjian tersebut, Kariangau Gapura Terminal Energi akan membangun, memiliki, dan mengoperasikan terminal di Kalimantan Timur.

“Terminal itu akan menyimpan, dan mengirim produk bahan bakar serta layanan lain khusus untuk Exxonmobil. Kami memprediksi, tahap awal pembangunan fasilitas tersebut dapat dimulai pada semester II-2018,” ujar Arsjad.

Dia juga mengutarakan, kontrak antara KTGE dan Exxonmobil akan berlangsung selama 20 tahun. Namun setelah itu, tersedia opsi perpanjangan kontrak hingga 10 tahun.

“Melalui layanan tersebut, Indika Energy secara grup ingin menunjukkan, dukungan dan kontribusi bagi pengembangan logistik nasional. Terutama untuk wilayah, Indonesia bagian timur,” tegas Arsjad.

Sebagai catatan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diputuskan bahwa perusahaan memberikan dividen sebesar US$40 juta atau 42,3% dari laba inti perseroan pada 2017 senilai US$94,5 juta.

Menurut Arsjad dalam RUPS pada Kamis (26/4/2018), memutuskan memberikan dividen sebesar US$40 juta. Nilai itu setara dengan 42,3% dari laba inti perseroan pada 2017 senilai US$94,5 juta.

“Setelah membukukan kerugian sejak 2013, pada 2017 kami kembali membukukan laba, sehingga dapat memberikan dividen,” paparnya.

Pada 2017, perusahaan membukukan pendapatan senilai US$1,10 miliar, meningkat 41,27% year on year (yoy) dari sebelumnya US$775,23 juta. Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2017 mencapai US$335,42 juta. Nilai itu melonjak dari posisi rugi bersih pada 2016 sebesar US$67,59 juta. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*