Api Sudah Padam, Warga Ranto Peurelak Aceh Harus Waspada Gas Beracun

28300
Api Sudah Padam, Warga Ranto Peurelak Aceh Harus Waspada Gas Beracun
Foto : eeukitd.com

BANDA ACEH (INDOPETRO) – Meskipun api dari sumur sudah dapat dipadamkan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengingatkan masyarakat di sekitar lokasi sumur minyak yang untuk tetap waspada. Pasalnya, masih ada risiko terhirupnya gas beracun.

“Biasanya, setelah api gas padam, dari dalam sumur migas akan keluar gas hidrokarbon, sulfida dan CO (baca:monoksida), untuk beberapa waktu. Gas itu berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena itu masyarakat yang ingin melihat lokasi kejadian harus berada minimal 50 meter dari lokasi sumur gas itu,” kata Kepala Dinas ESDM Aceh, Akmal Husen, dikutip dari Serambinews, Kamis (26/4/2018).

Akmal menjelaskan, air berlumpur sisa kebakaran akan berbau tidak sedap karena bercampur dengan gas beracun. Saat siang, semburan air terlihat putih. Gas tersebut akan cepat terurai ke udara bebas saat terkena pas matahari. Malamnya, gas akan berhenti terurai dan hanya akan berada di sekitar 1-2 meter dari lokasi semburan. Sehingga waktu malam, akan racun lebih rentan terhirup.

“Makanya pada malam hari, kami minta masyarakat tidak mendekat ke lokasi. Kita takut ketika gas beracun itu ke luar dari sumur gas terhirup masyarakat. Hal itu bisa membuat sesak napas, bahkan bisa menyebabkan kematian jika sudah terlalu banyak terhirup gas itu,” katanya.

Sehari sebelumnya, Tim Geologi Dinas ESDM sudah mengukur pada jarak 50 meter dari sumur gas. Namun gas beracun itu belum terdeteksi, karena udara masih panas sehingga langsung terurai di udara. “Tapi, kita harus selalu waspada sampai sumur migasnya normal,” kata Akmal.

Akmal mengimbau masyarakat yang melintasi sekitar sumur gas tersebut untuk menggunakan masker untuk menghindari terhirupnya gas beracun.

Berdasarkan hasil peninjauan, observasi dan wawancara dengan masyarakat sekitar lokasi kebakaran, pipa yang masuk ke sumur gas yang menyemburkan api itu sebanyak 40-an batang atau kedalaman pengeborannya sekitar 240 meter. Menurut laporan masyarakat, sumur yang meledak merupakan pengeboran yang paling dalam.

Akmal mengatakan, pihaknya bersama perwakilan Pertamina EP I Ranto Peureulak, Rizal, Pemkab Aceh Timur, Polres, Dandim, dan Tim Kementerian Menko Polhukam akan terus melakukan observasi ke lapangan sampai diketahui penyebab ledakan dan semburan api dari sumur gas baru yang dibor warga Desa Pasir Putih. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*