Pembiaran Tambang Minyak Ilegal Bisa Dipidana

35600
Kata Pertamina EP tentang Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur
Foto: tribunnews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Peristiwa kebakaran sumur minyak di Aceh Timur mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia ( CERI) Yusri Usman menyatakan bahwa musibah sumur tua di Aceh bisa terjadi akibat melanggar Undang-undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001.

“Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 serta Pedoman Tata Kerja BP Migas Nomor 023 Tahun 2009,” kata Yusri pada sejumlah media, Kamis (26/4/2018) di Jakarta. Selain itu juga melanggar UU Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009.

Siapakah yang harus bertanggungjawab atas musibah yang telah terjadi dan menelan korban 21 jiwa yang melayang sia-sia.

“Seharusnya pejabat Pemda dan Kapolres sangat layak dimintakan pertanggungjawabanya. Mengapa kegiatan penambangan minyak secara ilegal itu dibiarkan? Pembiaran kegiatan ilegal oleh pejabat berwenang yang mengakibatkan jatuh korban harusnya bisa dipidana,” tegas Yusri.

Menurut Hendro, BPBD Aceh Timur, dan Saiful, Camat Rantau Peureulak, sudah teridentifikasi sejumlah nama korban kebakaran sumur minyak di Aceh Timur. Korban yang mengalami luka-luka, yaitu:

1. M. Yani (Pasi Puteh)
2. Radiati (Pasi Puteh)
3. M. Pisal (Bhom Lama)
4. Akbar (Bhom Lama)
5. M. Ridwan (Pasi Puteh)
6. Zainuddin (Leugeu)
7. Muksalmina (Alue Rambong)
8. Mahyuddin (Pasi Puteh)
9. M. Yusuf (Pasi Puteh)
10. Heri Herliza (Paya Palas)
11. Umar Hamzah (Beusa Meuranoe)
12. M. Faisal Rizal (Peudawa)
13. Muhammad Rafi (Alue Dua) dirujuk ke RSU. Langsa
14. Mukhlis (Alue Bu) dirujuk ke RSU. Zubir Mahmud Idi
15. Zainal Abidin (Pasi Puteh) dirujuk ke RSU. Langsa
16. Hafifuddin (Bhom Lama)
17. Saiful (Alue Udep)
18. M. Husein (Lubok pempeng)
19. Sariyulis (Teumpeun)
20. Dasir M

Untuk korban material adalah 5 unit rumah hangus terbakar (RB) :
1. An. Siti Hafisah, 75thn, IRT, Almt. Dsn. Bakti, Ds. Pasi Putih.
2. Zainabah, 85 Tahun, IRT dsn. Bakti, Gampong Pasi Putih.
3. Ridwan Hutabarat(Buyung)’ 40thn, wiraswasta, Dsn. Bakti, Gampong Pasi Putih.
4. Mariani, 60 Thn, IRT, Dsn. Bakti, Gampong Pasi Putih
5. Muhamad Yanis 45 Thn, wiraswasta, Dsn. Bakti, Gampong Pasi Putih

Sedangkan korban jiwa, yaitu:

1. Nazarullah, 30 thun, wiraswasta, Dsn Bakti Pasi Puteh Kec Rantau Peureulak.
2. Afrizal alias Doyok, 35 thn, wiraswasta, Ds Punti Payong Kec Rantau Peureulak.
3. Era Bin M. Sidik, 32 Thn, IRT, Ds Pasi Puteh, Kec. Rantau Peureulak.
4. Siti Hafsah, 70 Thn, IRT, Ds Pasi Puteh Kec. Rantau Peureulak.
5. Mak Wen, 55 Thn, IRT, Ds Bhom Lama Kec. Rantau Peureulak.
6. Kak Nini Bin Abdul Wahab, 32 Thn, IRT, Ds Bhom Lama Kec. Rantau Peureulak. Sedang empat jenazah lainnya belum diketahui identitasnya.

Upaya yang dilakukan oleh Kalaksa BPBD Aceh Timur beserta tim sudah berada dilokasi kebakaran sumur minyak guna memantau langsung kejadian tersebut.

Hingga Kamis pagi (26/4/2018) jenazah yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian sebanyak 10 Jenazah dan masih ada kendala dalam proses evakuasi dikarenakan api belum berhasil dipadamkan. Jenazah korban terbakar dibawah ke puskemas Ranto Peureulak dan korban luka saat ini telah dirujuk ke RSU. Zubir Mahmud (Idi Rayeuk), RS Graha Bunda (Idi Rayeuk) Dan RSU. Sultan Abdul Azis Syah (Peureulak). Korban luka bakar yg telah dievakuasi ke RSU SAAS Peureulak diperkirakan mencapai 19 Orang. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*