Komisi VI: ESDM Masih Bertanggung Jawab Mengawasi Sumur Ilegal

39900
Komisi VI: ESDM Masih Bertanggung Jawab Mengawasi Sumur Ilegal
Foto: metrotvnews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diwajibkan mengawasi sumur-sumur yang menampung minyak mentah. Dengan demikian insiden meledaknya sumur di Aceh, Rabu (25/4), seharusnya masuk dalam pengawasan ESDM. Hal ini disampaikan Wakil Komisi VI Dito Ganinduto.

“Itu kan sektor ESDM. Tidak bisa lempar tanggung jawab begitu saja,” kata Dito di DPR, Jakarta, menanggapi pernyataan Kementerian ESDM bahwa pemerintah tidak wajib mengawasi pengeboran sumur minyak illegal.

Sebelumnya terjadi ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang menewaskan 10 warga dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan bermula dari salah satu sumur mengeluarkan minyak mentah hingga tumpah ke permukaan tanah.

Sumur diketahui merupakan sumur yang dikelola warga secara ilegal. Menurut keterangan warga, sumur tersebut sudah sering mengalami kebakaran, namun baru kali ini sampai menyebabkan ledakan yang juga menghanguskan beberapa rumah di sekitar sumur. Lokasi sumur berada di dalam kawasan milik PT Pertamina (Persero).

Dito meminta pemerintah bersama dengan penegak hukum menutup sumur minyak ilegal karena berpotensi membahayakan masyarakat. Saran Dito, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengelola sumur di daerah masing-masing.

“Sehingga bisa dioperasikan memenuhi kriteria perminyakan,” ujar Dito.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menyatakan, pengeboran sumur minyak itu merupakan aktivitas ilegal. Sehingga tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengawasi sumur tersebut.

“Kalau kami membina yang ilegal berarti meng-iya-kan yang ilegal,” kata Agung, di Jakarta. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*