Kata Pertamina EP tentang Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

41600
Kata Pertamina EP tentang Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur
Foto: tribunnews.com

ACEH (INDOPETRO)- PT Pertamina EP membenarkan jika lokasi sumur memang berada di wilayah kerja perseroan dan rekananannya, PT Aceh Kawai Energi. Akan tetapi sumur tersebut bukan merupakan sumur yang dikelolanya, atau ilegal.

“Jadi, itu memang berada di wilayah kerja kami [Pertamina EP-Aceh Kawai Energi], tetapi bukan daerah operasi,” kata Public Relation PT Pertamina EP, Roberth MV Dumatubun, Rabu (25/4/2018).

Robert menegaskan sumur yang terbakar itu adalah pengeboran ilegal yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Menurutnya, di wilayah kecamatan Rantau, Aceh Timur tersebut memang banyak praktek pengeboran ilegal. Namun, pengeboran ilegal ini tidak bisa diantisipasi hanya dari satu pihak saja, tetapi butuh kerja sama semua pihak dari Pemda, Kepolisian, Pertamina, maupun mitra kerja sama perseroan.

“Walaupun, itu kegiatan ilegal, Pertamina bersama Aceh Kawai Energi pun tidak tinggal diam,” jelasnya.

Pertamina EP telah melakukan beberapa hal seperti, memberikan dukungan kepada Aceh Kawai Energi, sebagai mitra perseroan. Mengirimkan tim HSE, personil security, mobil pemadam kebakaran dan ambulan pun dilakukan. Selain itu, Pertamina EP juga melakukan koordinasi dengan Pemda, Polisi, dan dengan kementerian terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Robert pun menegaskan, berhubung kebakaran ini disebabkan oleh aktivitas ilegal. Hal itu membuat pihak Pertamina maupun Aceh Kawai Energi tidak ada kewajiban bertanggung jawab terkait insiden tersebut.

Adapun, kebakaran yang terjadi di Kabupaten Aceh Timur terjadi pada 25 April 2018 pada pukul 02.05 WIB. Sumur berlokasi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak. Kronologi kebakaran diduga karena seorang pekerja melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukkan ke dalam sumur. Percikan api pun muncul dari aktivitas tersebut.

Data terakhir, jumlah korban luka-luka bertambah dari 40 orang menjadi 50 orang, sedangkan jumlah korban tewas sebanyak 10 orang. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*