Arab Saudi Bakal Tunda IPO Aramco

15200
IPO Aramco Tahun 2019
Foto: kompas.com

RIYADH (INDOPETRO)- Semula Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Khalid al-Falih sangat percaya diri bahwa initial public offering (IPO) atau penjualan saham perdana Saudi Aramco bisa dilaksanakan pada medio kedua 2018.

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar. Perkiraan ini didasarkan pada asumsi pengekspor minyak terbesar di dunia itu bernilai sekitar US$ 2 triliun.

IPO Aramco ini direncanakan dilaksanakan di Tadawul (Bursa Saham Arab Saudi) dan satu atau dua bursa internasional.

Tetapi seiring perjalanan waktu, optimisme untuk melaksanakan IPO Aramco pada 2018 mulai meredup. Ada tiga alasan IPO bakal ditunda atau paling cepat baru dapat dilaksanakan pada 2019.

Alasan pertama, sampai sekarang bursa internasional yang tepat untuk menjadi tempat IPO Aramco masih menjadi perdebatan. Menteri Energi Khalid al-Falih menilai bursa London dan Hong Kong menjadi favorit, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/4/2018).

Selain itu, status baru Tadawul sebagai pasar sedang tumbuh masih menunggu keputusan dari MSCI. Proses ini melalui dua tahapan dan kemungkinan pada Juni dan Agustus 2019.

Beberapa ahli menganggap status baru Tadawul itu menjadi pijakan kuat untuk menolak IPO Aramco dilakukan juga di bursa internasional. Hal ini untuk menggaet masuknya dana asing, diperkirakan bisa mencapai US$ 68 miliar.

Alasan terakhir kenaikan harga minyak dan ketersediaan dana di pasar obligasi membuat IPO Aramco tidak lagi sangat penting setahun mendatang. Pemerintah Arab Saudi saat ini memperoleh US$ 53,3 miliar dari hasil penjualan surat berharga dan sukuk di pasar lokal. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*