Kunjungan Wartawan Media Anambas ke Redaksi Indopetro

42600
Kunjungan Wartawan Media Anambas ke Redaksi Indopetro

JAKARTA (INDOPETRO)- Sejumlah wartawan media lokal Kepulauan Anambas mengunjungi kantor indopetronews.com untuk diskusi perihal pengalaman redaksi khusus migas. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari Pelatihan Media Lokal yang diadakan West Natuna Consortium (WNC), yang terdiri atas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Medco E&P Natuna, Premier Oil, dan Star Energy.

“Kegiatan migas penuh dengan teknis. Media sendiri harus memahami agar isu dapat disampaikan dengan baik ke masyarakat,” kata Pimpinan Utama Indopetronews.com, Kusairi, di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Kusairi, yang juga merupakan konsultan belasan tahun berkutat di hulu migas, menyampaikan redaksional terkait migas memang tidak mudah untuk diberitakan secara gamblang. Karena merupakan objek vital nasional (obvitnas), di mana banyak stakeholder (pemangku kepentingan) yang terlibat. Sehingga pemberitaan yang disampaikan pihak Kontrak KKS sebagai operator, bahkan SKK Migas, harus sudah tersaring terlebih dahulu.

“Di sini lah maka dibutuhkan rilis yang di-update cepat dari SKK Migas maupun Kontraktor KKS, agar tidak ada salah mengerti di wartawan, khususnya terkait istilah-istilah paten di migas. Selain itu Kontraktor KKS juga harus aktif menyampaikan agendanya agar bisa diliput media,” katanya.

Mengenai perkembangan media sosial saat ini, Pemimpin Redaksi, Irwan Ariefyanto menyampaikan bahwa nilai lokal dan segmentasi bisa menjadi kekuatan bagi media yang skalanya kecil, bukan nasional.

“Indopetro konsisten memberitakan tentang energi, karena dengan demikian kami memiliki fokus tersendiri.,” katanya.

Kegiatan Diskusi Redaksional di Kantor Indopetronews.com, Jakarta. Senin (23/4/2018)

Menurut Irwan, media lokal, khususnya di Kepulauan Anambas juga sebenarnya bisa maju dengan memberitakan migas di daerahnya. Sehingga dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang mungkin sampai saat ini belum mengerti apa itu migas. “ Mungkin kalau mendengar migas, yang masyarakat tahu adalah harga BBM (bahan bakar minyak),” tambahnya.

Irwan juga menambahkan pentingnya sisi humanis dalam memberitakan sektor migas. Bisa berupa profil pekerja hulu migas atau bahkan pendapat masyarakat jika harga BBM naik. “Ini mungkin lebih menarik bagi masyarakat, karena selain pendapatnya tersampaikan, bisa juga mendorong pemuda lokal agar tertarik untuk ikut bekerja di migas. Di sini dibutuhkan kreativitas,” katanya.

Kegiatan yang didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ini pun direncanakan akan berlangsung selama lima hari. Di mana 25 wartawan lokal tersebut akan menjalani pra ujian kompetensi wartawan. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*