Kontrak 8 WK Migas Diteken Menteri ESDM

33000
ESDM Minta OJK Biayai 46 Proyek EBT yang Mangkrak
katadata.co.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Kontrak kerja sama 8 Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terminasi telah ditandatangani Menteri ESDM dan secara resmi diserahkan ke PT Pertamina. Meski demikian, pemerintah meminta agar kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) tetap melaksanakan hak dan kewajibannya hingga masa kontrak berakhir.

“Hak dan kewajiban antara kontraktor yang lama dengan yang baru, harus diselesaikan. Di mana-mana, kewajiban-kewajiban kontrak yang lama, harus tetap dilaksanakan sampai berakhirnya kontrak,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Senin (23/4/2018) di Jakarta.

Selanjutnya, kata Djoko, PT Pertamina sebagai kontraktor yang baru akan melaksanakan hak dan kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja sama.

PT Pertamina mendapat Participating Interest 100%, termasuk Participating Interest 10% yang akan ditawarkan kepada BUMD. Pemerintah memberikan kebebasan kepada perusahaan pelat merah itu untuk mencari mitra kerja. Pertamina juga tidak harus menjadi pemilik saham mayoritas di WK-WK tersebut.

“Pemerintah tidak boleh intervensi masuk ke bisnis. Silakan saja untuk Pertamina (mencari mitra), tapi tanda tangan kontrak dulu. Sebab apa? Kalau belum tanda tangan, Pertamina kan juga nggak bisa negosiasi. Tanda tangan dulu, nanti bicara dengan Pertamina (untuk mitra),” papar Djoko.

Palaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, pihaknya akan melihat satu persatu WK tersebut. Yang utama adalah memastikan produksi migas tidak turun, sebagaimana dipesankan pemerintah.

Diketahui, Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan persetujuan 7 kontrak wilayah kerja yang berasal dari 8 wilayah kerja yang berakhir kontrak kerja samanya tahun 2018. Total bonus tanda tangan (signature bonus) dari penandanganan 7 kontrak sebesar US$ 33,5 juta atau setara Rp 448,9 miliar. Sedangkan perkiraan total nilai Investasi dari pelaksanaan kegiatan komitmen pasti tiga tahun pertama adalah sebesar US$ 556,45 juta atau setara Rp 7,45 trilliun.

Tujuh kontrak tersebut, yaitu WK Tuban dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Ada juga WK Ogan Komering dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Energi Ogan Komering. Disamping itu, WK Sanga-Sanga dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga.

Selain itu ada WK Southeast Sumatra dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera.

Lainnya adalah WK North Sumatra Offshore dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Energi NSO. Ada juga WK East Kalimantan dan Attaka dengan kontraktor PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Terakhir WK Tengah (Amandemen WK Mahakam dan penggabungan WK Tengah). (Sofyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*