KESDM Wacanakan Pembatasan Produksi Batubara

26900
IRESS Desak Pembentukan UU Minerba Baru Harus Ditunda
Foto: tirto.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan pentingnya penggunaan batubara sebagai faktor pendukung tercapainya kedaulatan energi. Utamanya berkaitan dengan perubahan paradigma pengelolaan batubara, dari komoditas sebagai kontributor penerimaan negara menjadi sumber energi yang menyokong 30% bauran energi nasional di tahun 2050.

Pasalnya 84% batubara Indonesia di tahun 2016 diekspor ke luar negeri dan hanya 16% yang digunakan untuk domestik. Hersonyo Priyo Wibowo, Kasubdit Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Batubara, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM memaparkan arah kebijakan batubara sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

“Untuk mencapai kedaulatan energi ini, pemerintah harus memperhatikan beberapa hal seperti mengurangi ekspor batubara, mengatur kebijakan batubara domestik (Domestic Market Obligation-DMO), penataan perizinan, pengawasan RKAB, dan peningkatan nilai tambah batubara di Indonesia,” kata Hersonyo, Kamis (19/4/2018) di Jakarta

Dalam rangka mencapai target bauran energi nasional, Hersonyo memaparkan rencana pengendalian produksi dengan membatasi produksi batubara sebesar 400 juta ton pada 2019.

Namun, tantangan dalam pembatasan produksi yaitu kecenderungan realisasi produksi yang selalu lebih besar dibandingkan dengan target RPJMN 2015-2019. Hersonyo menyampaikan hal ini dikarenakan Kementerian ESDM tidak mungkin memberhentikan izin yang sedang berproduksi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*